Organisasi Pegiat Anti Korupsi Minta Kemendagri Klarifikasi Tentang SK Pengesahan Wabub Ende

Reporter : Kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta mengklarifikasi tentang Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang pengesahan Wakil Bupati Ende, bahwa Mendagri belum menandatangani SK Pengesahan Wakil Bupati Ende, tetapi baru mengirimkan salinan Keputusan Mendagri yang sudah ditarik kembali karena ada permasalahan serius. Karena diduga Gubernur Nusa tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) diduga melantik Wakil Bupati Ende, Erikos Rede berdasarkan salinan Keputusan Kemendagri yang telah ditarik kembali.

Demikian disampaikan Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA dan Ketua KOMPAK INDONESIA mewakili sejumlah organisasi antikorupsi (PADMA dan KOMPAK Indonesia, red) dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini via pesan WhatsApp/WA pada Jumat (04/02/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Fakta membuktikan bahwa Gubernur NTT, VBL telah melantik Erik Rede sebagai Wakil Bupati Ende oleh Gubernur NTT Dr Victor Bungtilu Laiskodat,SH di Rumah Jabatan, bukan di Aula Kantor Gubernur NTT menimbulkan tandatanya besar publik. Diduga kuat dasar hukum Gubernur NTT nekad melantik adalah berdasarkan Salinan SK Mendagri, bukan SK Mendagri Aseli yang sudah ditandatangani dan stempel basah. Lebih parah lagi Gubernur NTT abaikan surat penarikan Salinan SK Mendagri dari Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri,” ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Minta Pemprov Evaluasi Program Pengentasan Kemiskinan Karena Kemiskinan di NTT Meningkat

Gabrial Goa menjelaskan, bahwa untuk membantu publik NTT dan Nasional mengetahui secara pasti kebenaran dugaan tersebut, maka Lembaga Hukum dan HAM PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) dalam kerjasama dengan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) dan pekerja pers independen dan berintegritas mendesak pemerintah Indonesia melalui Kemendagri untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi kepada publik Indonesia dan khususnya publik NTT terkait persoalan tersebut.

  • Bagikan