Kejati NTT Diduga ‘Masuk Angin’ Gegara Lelet Selesaikan Kasus Kerugian Bank NTT

Reporter : Tim
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga ‘masuk angin’ alias mendapat intervensi pihak kekuasaan dan politik sehingga terkesan lamban dan berbelit-belit dalam menyelidiki dan menuntaskan sejumlah kasus kerugian Bank NTT (kerugian akibat Pembelian MTN Rp 50 Milyar PT. SNP, Kredit fiktif Rp 130 Milyar PT. Budimas Pundinusa, kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya Rp 126,5 Milyar, red).

Demikian disampaikan Anggota Komisi IV DPRD NTT Fraksi PKB, Yohanes Rumat pada Rabu (26/01/2022) saat diwawancarai tim media ini melalui telepon selulernya terkait sejumlah kasus kerugian Bank NTT (MTN Rp 50 Milyar, kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa Rp 130 Milyar, Kredit Macet Cabang Surabaya Rp 126,5 Milyar, red) yang sedang ditangani Kejati NTT.

Swipe up untuk membaca artikel
Anggota Komisi IV DPRD NTT Fraksi Partai PKB, Yohanis Rumat

“Lambatnya proses (penyelesaian, red) kasus2 (kasus-kasus, red) di Bank NTT, Rp 50 M (pembelian MTN dari PT. SNP, red), Rp 130 M (kredit PT. Budimas Pundinusa, red), Rp 26,5 M (kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, red) dan masih banyak kasus lain telah menimbulkan banyak dugaan di masyarakat aparat masuk angin, (ada) intervensi kekuasaan dan politik,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelaskan Konsep Pentahelix, Dirut Bank NTT ‘Bersinar’ di Forum Diskusi Pengembangan Desa Wisata

John Rumat pun meminta Kepala Kejati NTT, Dr. Yulianto, SH., MH dan jajarannya untuk menjawab pertanyaan publik NTT dengan segera menuntaskan kasus-kasus dugaan kerugian Bank NTT dan mempublikasikannya secara transparan sehingga menjadi terang benderang kedudukan atau status hukum kasus-kasus tersebut.

  • Bagikan