PADMA dan KOMPAK INDONESIA Bentuk Tim Khusus Investigasi PILWABUB Ende

Reporter : kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – JAKARTA- Lembaga Hukum dan Ham PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) bekerjasama dengan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) dalam kerjasama dengan pers independen, membentuk tim khusus investigasi dugaan pelanggaran proses Pemilihan Wakil Bupati (Wabub) Ende Tahun 2021.

Demikian disampaikan Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA dan Ketua KOMPAK INDONESIA dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini via pesan WhatsApp/WA pada Senin (31/01/2022).

Swipe up untuk membaca artikel

“Untuk membantu publik NTT dan Nasional mengetahui pasti kebenarannya maka kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) bekerjasama dengan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) dan insan pers yang independen dan berintegritas sudah membentuk Tim Investigasi Khusus Pilwabup Ende,” tulisnya.

Menurutnya, investigasi oleh tim khusus yang dibentuk itu bertujuan untuk, pertama, melakukan investigasi khusus di Ende, Kupang dan Jakarta tentang proses dan cara serta prasyarat formil maupun materil terkait Pilwabup Ende.

Baca Juga :  Pengerjaan Proyek Pembangunan Puskesmas dan Jembatan Senilai 30 Milyar di Kabupaten TTU Terindikasi Korupsi

“Kedua, melalui KOMPAK INDONESIA melakukan investigasi khusus terkait dugaan politik transaksional dalam Pilwabup Ende, kami akan bekerjasama dan berkoordinasi serius dengan pihak Ombudsman RI, Komnas HAM, Komisi II DPR RI, Komisi III DPR RI dan KPK RI untuk mengungkap Aktor Intelektual yang bermain dalam Pilwabup Ende,” bebernya.

Gabrial menjelaskan, bahwa polemik tentang keabsahan pemilihan Wabup Ende oleh DPRD Ende dan pelantikan Erik Rede sebagai Wakil Bupati Ende oleh Gubernur NTTĀ  Dr. Victor Bungtilu Laiskodat/VBL, SH masih terus terjadi hingga hari ini.

Pihak yang berkeberatan terkait proses pemilihan Wabup Ende di DPRD, mempersoalkan Pimpinan DPRD Ende yang tetap memaksakan kehendak Pemilihan tetap berlangsung tanpa adanya dukungan surat DPP Parpol. Fakta membuktikan bahwa belum ada yang mengejar ke DPP Parpol baik oleh pihak yang berkeberatan, CSO maupun pers.

“Begitu juga dengan terburu-burunya Gubernur NTT, VBL melantik Wabup Ende malam-malam di Rumah Jabatan, bukan di Aula Kantor Gubernur NTT pun menimbulkan tanda tanya besar publik.

Baca Juga :  Erik Rede Tegaskan Dirinya Wabub Ende, Sedang Jalankan Tugas Sebagai Wabub

” Untuk membantu publik NTT dan Nasional mengetahui pasti kebenarannya, maka kami PADMA INDONESIA dan KOMPAK INDONESIA dan tim tetap lakukan Investigasi Khusus terkait Pilwabup Ende,” tegasnya. (kt/tim)

Sumber: PADMA
  • Bagikan