WALHI NTT Kutuk Keras Tindakan Intimidasi Terhadap Aktifis John Bala di Sikka

Reporter : kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM РKUPANG РWahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengutuk keras aksi teror dan intimidasi para pekerja pemasangan patok dan pilar dari PT. KRISRAMA (kurang lebih 50 orang) terhadap Ketua Yayasan Advokasi dan Pendidikan Kritis Sikka, Anton Johanis Bala. Intimidasi dan teror tersebut diduga terkait pencabutan patok dan pilar oleh masyarakat adat Tana Aih yang sebelumnya telah dipasang secara sepihak oleh pekerja  PT. KRISRAMA di lahan objek sengketa Hak Guna Usaha (HGU) Nangahale.

Demikian disampaikan Direktur WALHI, Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini via pesan WhatsApp/WA pada Minggu (30/01/2022), menanggapi aksi intimidasi dan persekusi sekelompok pekerja PT. KRISRAMA terhadap John Bala.

Swipe up untuk membaca artikel
Aktifis Hak Masyarakat Sipil sekaligus Ketua Yayasan Advokasi dan Pendidikan Kritis Sikka, Anton Johanis Bala

“Segenap Komponen WALHI NTT mengecam tindakan kekerasan dan persekusi untuk membungkam hak-hak warga negara (John Bala, red) dalam berpendapat, sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang RI No. 32 tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup pasal 66 yang menyatakan bahwa setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata,” jelas Umbu Wulang.

Baca Juga :  Bupati Idong:¬† Desa Liakutu-Mego, Menggenapi Jumlah 147 Desa dan 13 Kelurahan Yang Saya Kunjungi

Umbu Wulang juga meminta Kapolres Sika memastikan berjalannya proses hukum terhadap para pelaku dan memastikan adanya perlindungan hukum bagi Johanes Bala selaku korban.

Sumber: WALHI
  • Bagikan