Warga Thailand Beralih Konsumsi Daging Buaya Gegara Harga Daging Babi Meroket

Reporter : kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – JAKARTA – Di Thailand harga daging babi meroket’ alias mengalami kenaikan yang sangat signifikan (tinggi). Kondisi ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan daging babi untuk menjawab kebutuhan pasar. Akibatnya, banyak warga Thailand beralih mengonsumsi daging buaya.

Dilansir dari media CNN Indonesia, Sabtu(29/01)/2022), di Thailand, harga daging buaya hanya Rp US$2 (Rp 28.000) kilogram dibanding daging babi yang harganya mencapai US$6 (Rp 86.000)/kilogram.

Swipe up untuk membaca artikel

“Selain itu, daging buaya dinilai dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat karena memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan daging babi,” tulis CNN mengutip pernyataan dukungan Direktur Jenderal Kemenkes Thailand, Suwannachai Wattanayingcharoenchai, yang mendukung warga Thailand konsumsi daging buaya sebagai alternatif gantikan daging babi.

Namun, Suwannachai mengingatkan agar masyarakat memasak daging buaya dengan cara yang benar demi menghindari kontaminasi bakteri. “(Daging) buaya mungkin mengandung bakteri seperti salmonella. Bakteri ini menyebabkan kelainan sistem pencernaan,” jelas Suwannachai.

Oleh karena itu, Suwannachai menyarankan agar warga mencuci tangan dan peralatan secara rutin, sebelum memasak daging buaya. Kemudian menghindari makan daging buaya setengah matang.

Baca Juga :  Penyintas Covid 19: “Saya Hadiri Pesta Sebelum Dinyatakan Positif Covid 19

“Saya menyarankan membeli ekor reptil karena dianggap bagian terbaik daging,” kata Suwannachai, sebagaimana dikutip CNN dari Bangkok Post.

Pemerintah Thailand melalui Dinas Kesehatan, menyarankan agar masyarakat memilih daging buaya yang bagus yakni segar dengan warna natural tanpa bau menyengat. Sebelum dibekukan daging harus dicuci. Daging juga harus ditutup dengan kertas perkamen dilapisi minyak sayur untuk memperpanjang masa konsumsi.

CNN juga menulis, bahwa daging babi melonjak akibat banyak babi yang mati terserang Flu Babi (African Swine Fever (ASF, red) di Thailand.

Walau dikabarkan harga daging babi mulai menurun dalam pekan depan, Thailand masih kekurangan stok daging babi.
Pemerintah negara yang di kenal dengan julukan negeri gajah itu pun mulai melakukan antisipasi untuk menghadapi kenaikan daging menjelang Tahun Baru Imlek. (kt/CNN).

Sumber: CNNIndonesia
  • Bagikan