Perang Dunia Tiga Pecah, AS dan NATO Serang Rusia

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – JAKARTA – Konflik klaim wilayah antara Rusia dan Ukraina diklaim akan menjadi cikal bakal lahirnya perang Dunia Ketiga. Jika terjadi, dipastikan Amerika Serikat (AS) dan Eropa atau NATO akan bersatu menghancurkan Rusia. Pentagon bahkan telah menyiagakan 8.500 tentara untuk bergabung dengan NATO di Laut Hitam menghalau Rusia.

Ilustrasi: foto by Kompas

Demikian pernyataan Presiden AS, Joe Biden seusai pembicaraan 1 jam 20 menit dengan para pemimpin Eropa dan NATO, pada Senin (24/01/2022) sebagaimana dilansir CNBC Indonesia (27/01/22).

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya mengadakan pertemuan yang sangat, sangat, sangat baik. (Ada) kebulatan suara total dengan semua pemimpin Eropa,” tegas Biden.

CNBC melaporkan, adanya dukungan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson atas pernyataan Biden yang menegaskan kesatuan Barat untuk melawan Rusia, sebab Rusia dinilai sewenang-wenang terhadap kedaulatan wilayah negara Ukraina.

“Para pemimpin sepakat tentang pentingnya persatuan internasional dalam menghadapi meningkatnya permusuhan Rusia,” jelasnya.

Terkait eskalasi konflik tersebut, media CNBC juga membeberkan persoalan Rusia dan Ukraina bukan hanya soal klaim wilayah, (Krimea yang dicaplok Rusia tahun 2014), tetapi juga hegemoni Rusia dan Barat.

Baca Juga :  Tangani Covid-19, Dinkes NTT Gelar on the Job Training

Sejak revolusi terjadi di tahun yang sama, yang menyingkirkan pemimpim pro-Rusia di negara itu, Ukraina semakin dekat dengan Barat. Bahkan Ukraina berniat menjadi bagian NATO. Rusia menentang niat Ukraina itu, karena kekhawatiran Rusia, akan ada pangkalan militer NATO di dekat Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin kerap meminta jaminan AS dan NATO agar mengurung niat membangun pangkalan militer di dekat Rusia dan menolak Ukraina masuk dalam blok NATO
Namun, permintaan Putin ditolak AS dan NATO.

Rusia pun telah menempatkan 100.000 pasukan di dekat Ukraina sebagai unjuk kekuatan hadapi AS dan sekutunya. Bahkan Rusia juga akan melakukan latihan militer dengan Belarusia sekutunya, yang dianggap Barat bagian dari rencana invasi.

Menurut CNBC, AS dan NATO juga dikabarkan telah mengirimkan kapal perang ke Ukraina. Jet-jet tempur juga dilaporkan siap memperkuat NATO. Bahkan ada mobilisasi alutsista dari Sekutu AS lainnya yaitu Denmark, Spanyol dan Belanda.

CNBC memberitakan, ketegangan ini memicu ketidakstabilan di pasar global. Sementara indeks saham utama Rusia jatuh dan bank sentral menghentikan pembelian mata uang asing setelah Rubel merosot.

Baca Juga :  Gubernur VBL Kontrol Ketat Pintu Masuk NTT, Hasilnya NTT Masih Negatif Corona

Berbeda dengan Prancis dan Jerman. Kedua negara Eropa ini lebih memilih mempertemukan Rusia dan Ukraina guna menemukan solusi.

“Macron (Presiden Prancis) berpikir ada ruang untuk diplomasi, jalan menuju de-eskalasi,” kata seorang ajudan Macron. (kt/CNBC)

  • Bagikan