Mantan Kades Nanin Malaka Diduga Aniaya Warga Hanya Gegara Ditanyai Soal LPJ BUMDes

Reporter : kos
Editor : Redaksi
  • Bagikan
Koran Timor
Maximus Seran, korban penganiayaan mantan Kades Nani Kecamatan Rinhat, Emerensiana Loruk Cs pada rapat laporan pertanggung jawaban pelaksanaan BUMDes desa Nani pada Selasa (25/01)

KORANTIMOR.COM РMALAKA РMantan Kepala Desa Nanin Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka, Emerensiana Loruk (EL) bersama 8 (delapan) orang rekannya inisial GM, MB (Ketua BPD Desa Nani), GA, AL,  AM, GE, LF, YN) menganiayai Maxi Seran (49) dan keluarganya (istrinya SK dan anaknya JK) serta 4 orang warga desa Nani lainya (YT, AN, AK, dan BK) hanya gegara bertanya soal Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) pelaksanaan pengelolaan BUMDes Desa Nanin beberapa tahun terakhir oleh EL yang terkesan tidak transparan dan informasinya ditutup-tutupi dari masyarakat desa setempat.

Maximus Seran, korban penganiayaan mantan Kades Nanin Kecamatan Rinhat Kabupaten Malaka, Emerensiana Loruk Cs pada rapat laporan pertanggung jawaban pelaksanaan BUMDes desa Nanin, Selasa (25/01)

Demikian disampaikan korban, an. Maximus Seran alias MS (49) saat dikonfirmasi tim Media ini via telepon selulernya pada Selasa (24/01/2022) pukul 19.24 Wita terkait beredarnya potongan video yang memperlihatkan korban MS dengan kepala dan wajah berdarah seusai kejadian penganiayaan tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

“Nah, sekarang orang (anak dari MS inisial JK, red) tanya tentang Bumdes, na mantan Kepala Desa ini atas nama Emerensiana Loruk, memotong usul orang. Dia bilang semua laporan pertanggungjawaban (Bumdes)sudah saya sampaikan, jadi tidak perlu lagi tanya. Kebetulan saat itu saya punya anak perempuan (nama Jeventiana Kolo) yang bertanya. Terus ibu mantan kepala desa itu (EL) tanya dia (anak dari MS) ‘kau siapa sebenarnya?’ Kemudian Emerinsiana ini banting kursi, dan mulai semua orang (rekan-rekan dari mantan Kades EL, red) lempar kursi ke saya, banting kursi, laen datang tendang saya dan keroyok,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polres Malaka Gerebek Judi Bola Guling di Desa Klesleon

Menurut korban MS, kejadian tersebut bermula saat pelaksanaan rapat pra-MUSREMBANGDES di Kantor desa Nanin Kecamatan Rinhat-Malaka pada Selasa pagi (24/01/2022). Kebetulan saat itu Bumdes Nani mau mempertanggungjawabkan LPJ Bumdes, mengingat sesuai aturan, tanggal tgl 31 Desember itu sudah harus dibuatkan LPJ pengelolaan BUMDes ke masyarakat. Kemudian, barulah berkasnya dikirim ke Bupati lewat BPMD.

“Nah, sekarang orang (anak dari MS inisial JK, red) tanya tentang Bumdes, mantan Kepala Desa Emerensiana Loruk, menolak, karena bilang semua laporan pertanggungjawaban sudah dia sampaikan ke Bupati, jadi kami tidak perlu lagi tanya. Tapi anak saya bilang sebaiknya tetap dilaporkan (LPJ), karena itu pertanggungjawaban pada Bupati sedangkan pada masyarakat belum,” tegasnya.

MS menduga, alasan dirinya dan keluarganya serta beberapa orang lain dipukuli karena mantan Kades Nanin, EL dan rekan-rekannya  tidak mau (menolak) ditanyai soal perkembangan pengelolaan BUMDes Nanin. Padahal menurut korban MS, bertanya adalah hak masyarakat dan merupakan hak masyarakat untuk tahu.

“Kok kita sebagai warga masyarakat, kita diundang rapat, musyawarah, dan kita bertanya soal uang negara yang dikelola BUMDes tidak boleh. Demokrasi macam apa ini? Jadi, saya tetap melaporkan mereka (mantan Kades Nanin EL Cs, red) ke Polisi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kadiv Keimigrasian NTT Mengusir Wartawan Liput Pengungsi di Rudenim Kupang

MS mengatakan, “saya sudah minta pihak polisi untuk tangkap para pelaku. Karena saya merasa tidak puas. Masak kita bertanya saja tentang Bumdes kok saya dikeroyok sampe keluar darah. Pihak Kepolisian juga sudah visum saya dan 5 orang lainnya.”

Untuk diketahui, kata MS, mantan Kades Nanin, EL merupakan pengelola Bumdes desa Nanin selama ini. Usaha FotoCopy BUMDes Nanin dikelola langsung EL di rumahnya. “Ya, jadi tiap kali kita fotokopi dan print kan masyarakat bayar. Bumdes ada di dia punya rumah sendri, jadi wajar to kita sebagai masyarakat tanya untuk tahu pengelolaan BUMDes oleh beliau seperti apa?” Kok tidak boleh, ada apa, kenapa?” kritiknya.

Kepala Kepolisian Resort Malaka yang dikonfirmasi tim media ini melalui KasatReskrim Polres Malaka, Iptu Jamari S.H., MH via pesan WhatsApp/WA pada Rabu (26/01/2022) pukul 09.30 WITA membenarkan adanya laporan kasus tersebut, ke Polres Malaka via Polsek Rinhat pada Selasa (25/22). Kasus tersebut telah ditarik Polres Malaka.

  • Bagikan