Pegiat Anti Korupsi Minta KPK Periksa Dirut Bank Artha Graha Terkait Kredit Fiktif PT. Budimas Pundinusa Rp 130 Milyar

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Empat Organisasi pegiat anti korupsi yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Madani Nasional (AMMAN) FLOBAMORA, Gerakan Republik Anti Korupsi (GRAK), Forum Pemuda Penggerak Perdamaian dan Keadilan (FORMADDA) NTT, Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (Kompak) Indonesia, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank Artha, Indra Sintyng Budianto (ISB) terkait dugaan keterlibatannya dalam rekayasa kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa senilai Rp 130 Milyar di Bank NTT.

Demikian salah satu poin tuntutan yang disampaikan empat organisasi pegiat anti korupsi (AMMAN FLOBAMORA, GRAK, FORMADDA NTT, dan KOMPAK) dalam rilis tertulis yang diterima tim media ini pada Senin (17/01/2022), terkait aksi dan tuntutannya di gedung KPK.

Swipe up untuk membaca artikel

“Meminta KPK untuk memeriksa Direktur PT. Bank Arta Graha, Indra Sintyng Budianto (ISB) yang diduga terlibat dalam rekayasa take over kredit fiktif PT Budimas Pundinusa Rp 130 M oleh Bank NTT dari Bank Arta Graha,” tulis empat organisasi tersebut.

Baca Juga :  Kajari Ende Dinilai Kebakaran Jenggot Tanggapi Dugaan Adanya Aliran Uang Dari Bendahara Setwan

Menurut keempat organisasi pegiat anti korupsi itu, rekayasa kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa senilai Rp 130 Milyar merupakan salah satu dari deretan kasus korupsi di bumi Flobamora  (di NTT, red) yang sampai saat ini belum tersentuh Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk KPK. Padahal, kasus-kasus tersebut sangat merugikan masyarakat NTT dan negara.

“Mengambil alih pemeriksaan, Dugaan kasus korupsi kredit PT. Budimas Pundinusa senilai Rp 130 Milyar di Bank NTT yang merupakan hasil take over credit dari Bank Arta Graha,” bunyi poin kedua tuntutan organisasi pegiat anti korupsi.

  • Bagikan