Membangun Ekonomi Masyarakat Dengan Menciptakan Industri-Industri Kecil Rumah Tangga

Editor : Kos
  • Bagikan

Oleh: Daud Pulo Mangesa’

Email: [email protected]

Swipe up untuk membaca artikel

Dosen Teknik Mesin Bidang Industri

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Menghadapi persoalan ekonomi masyarakat karena wabah Corona Virus 19 (Covid-19) adalah suatu persoalan yang tidak dapat dihindarkan, tetapi harus dipikirkan bagaimana solusinya sehingga ekonomi masyarakat tidak tenggelam oleh karena wabah Covid-19. Karena itu, harus didorong terus untuk melakukan pengembangan, bahkan penciptaan secara terus-menerus industri-industri yang dapat berproduksi.

Industri yang dimaksudkan  ialah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Hasil industri tidak hanya berupa barang tetapi juga dalam bentuk jasa menurut UU No, 3 Tahun 2014 tentang perindustrian.

Umumnya industri rumahan tergolong sektor informal yang berproduksi secara unik, terkait dengan kearifan lokal, sumber daya setempat dan mengedepankan buatan tangan.

Home industri bergerak dalam sekala kecil, dari tenaga kerja yang bukan professional, modal yang kecil dan yang produksi hanya secara musiman. Untuk melakukan aktifitas pada industri rumahan ini, diperlukan mesin-mesin produksi. Mesin produksi ini dapat  diperoleh di pasar atau juga dapat dibuat sendiri.

Dalam tulisan ini, mesin-mesin produksi yang akan menjadi faktor utama dalam membangun ekonomi masyarakat adalah mesin-mesin yang diproduksi melalui karya anak-anak mahasiswa Teknik Mesin Undana lewat tugas akhir setiap mahasiswa, khususnya yang mengambil kekhususan Industri dan Perancangan. Jenis mesin-mesin produksi yang akan dibahas disini adalah mesin produksi pakan ternak untuk skala rumah tangga.

Bentuk Permasalahan
1. Permasalahan yang mendorong Penulis membuat karya tulis ini adalah banyaknya korban Covid-19 di masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat menurun.

2. Permasalahan yang lain adalah banyak potensi sumber daya alam, tetapi tidak dapat dikelolah karena keterbatasan mesin-mesin untuk melakukan produksi.

3. Kendala yang lain yang dihadapi oleh kalangan masyarakat kecil yang berusaha di bidang peternakan rumahan adalah mahalnya pakan ternak yang dijual di toko-toko penjual makan ternak.

Potensi di Tengah-Tengah Masyarakat

1. Untuk kalangan masyarakat Kabupaten Kupang produksi pertanian berupa jagung, ubi-ubian, dedak dan ampas ikan kering mudah di dapatkan dan bahan baku tersebut merupakan bahan pokok untuk membuat pakan ternak.

2. Peluang untuk jenis usaha ternak rumahan di Kabupaten Kupang sangat potensial dan dapat menjadi prospek untuk unggulan.

Solusi Dalam Membangun Ekonomi Masyarakat Kabupaten Kupang

Dengan latar belakang persoalan dan potensi yang ada di dalam masyarakat Kabupaten Kupang untuk mengatasi persoalan karena Covid-19, maka perlu dilakukan pola pembangunan ekonomi masyarakat dengan mengacu pada persoalan dan potensi dalam masyarakat. Sebab, jika persoalan dan potensi sama ada dalam masyarakat, maka untuk membangun ekonomi masyarakat, tinggal dilakukan transfer teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan dan potensi teknologi yang akan diterapkan.

Solusi konkrit yang ditawarkan melalui tulisan ini adalah:

1. Melakukan edukasi kepada masyarkat tentang pentingnya melakukan usaha-usaha di bidang peternakan  dengan memanfaatkan lahan pekarangan

2. Memberikan  semangat bahkan dorongan modal kerja kepada masyarakat di Kabupaten Kupang dalam meningkatkan produksi pertaniannya

3. Masyarakat yang melakukan usaha  di bidang peternakan membangun hubungan dengan pihak akademisi seperti  Program Studi Teknik Mesin Undana dalam menciptakan mesin-mesin produksi pakan ternak.

Tujuan Yang Ingin Dicapai
Dengan mengetahui persoalan dalam suatu wilayah dan potensi yang dimiliki dalam wilayah tersebut serta solusi yang ingin ditawarkan, maka tujuan yang hendak dicapai yaitu:

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang  dengan pertumbuhan usaha-usaha di bidang peternakan dan tumbuhnya industri-industri rumah tangga yang memproduksi pakan ternak.

Pencapaian Tujuan
Pencapaian tujuan ini dapat dilaksanakan dengan gambaran dalam bagan berikut ini:

Berdasarkan bagan di atas, dapat dijelaskan bahwa dalam kegiatan ini antara lain memberikan edukasi kepada masyarakat dampak Covid-19 di masyarakat.

Program edukasi menjadi salah satu hal paling penting bagi para calon pelaku usaha. Karena semua akses permodalan menjadi sia-sia, jika para pelaku usahanya tidak memiliki pengetahuan yang tepat untuk mengelola usaha dan produk-produknya.

Bank-Bank selaku penyokong modal seperti Bank BRI menyediakan informasi dan edukasi bagi pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif, mulai dari konsultasi, training, seminar, hingga mendorong agar pelaku UMKM go digital serta merambah e-commerce.

Selain itu, BRI juga menyediakan showcase UMKM yang dibuat sebagai etalase display hasil produksi unggulan UMKM setempat yang berkualitas dan dapat dipasarkan secara online di portal Belanja Online. Selain Bank BRI, ada juga Bank Mandiri yang telah memberikan akses permodalan kepada para pengusaha perempuan melalui sebuah program kredit, edukasi, dan teknologi.

Data menunjukkan bahwa di Indonesia, COVID-19 telah menjangkiti lebih dari 1,3 juta orang sejak kasus tersebut pertama diumumkan pada bulan Maret 2020 dan kurang lebih ada 35.000 orang telah meninggal dunia.

Namun, upaya untuk menghambat penyebaran virus COVID-19 telah menghambat kegiatan perekonomian dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat. Tingkat kemiskinan anak juga dapat meningkat secara signifikan. Dampak negatif terhadap keadaan sosial-ekonomi dari pandemi bisa menjadi jauh lebih buruk tanpa adanya bantuan sosial dari pemerintah.

Dalam menghadapi krisis ekonomi ini, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sejumlah paket stimulus fiskal skala besar melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam aspek jumlah anggaran pemerintah yang diperuntukkan untuk mengurangi dampak negatif dari pandemi COVID-19, Indonesia berada pada peringkat lima besar dari negara-negara di wilayah Asia Pasifik (ADB, 2021).

Pada tahun 2020, Pemerintah Indonesia mengalokasikan sekitar Rp 695,2 triliun (sekitar US$ 49 miliar) untuk PEN. Oleh karena krisis masih berlangsung, pada bulan Februari 2021 Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan alokasi anggaran senilai Rp 699,43 triliun (sekitar US$ 49,3 miliar) untuk melanjutkan keberlangsungan program PEN (Kemenkeu, 2021).

Transfer Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam inovasi dan pengembangan produk karena transfer teknologi merupakan suatu proses memindahkan kemampuan, pengetahuan, teknologi, metode manufaktur, sampel hasil manufaktur, dan fasilitas lainnya menjadi produk atau jasa baru.

Transfer Teknologi bukanlah suatu hal yang mudah untuk direalisasikan. Banyak variabel yang harus diperhitungkan dalam melakukan transfer teknologi, sehingga jika hal-hal tersebut tidak terintegrasi dengan baik, maka dapat menjadi hambatan transfer teknologi

Pelaksanaan edukasi, dorongan minat usaha dan membangun jaringan adalah kegiatan yang dilakukan terhadap masyarakat di Kabupaten Kupang dengan keberpihakan dari Pemerintah, Akademisi dan Masyarakat setempat, didukung dengan perbaikan sarana pendukung dalam rangka membangun ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang  yang terdampak Covid-19.

Dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini, diharapkan Peningkatan Pelayanan pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Kabupaten Kupang. Tumbuhnya Usaha-Usaha Peternakan di Kalangan Masyarakat Kabupaten Kupang dan Tumbuhnya Industri-Industri Rumah Tangga Yang Memproduksi Pakan Ternak. ***

 

  • Bagikan