Diduga Direktur Kredit Bank Artha Graha Pusat Terlibat Rekayasa Take Over Kredit Fiktif PT. Budimas Pundinusa Rp 130 M

Reporter : Tim
Editor : Fabi
  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Diduga Direktur Kredit Bank Artha Graha Pusat, ISB terlibat dalam rekayasa pengajuan dan pencairan kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa senilai Rp Rp 130 Milyar dari Bank NTT. Diduga ISB terlibat dalam rekayasa kredit fiktif tersebut karena ISB memberikan 6 SHM atas nama ibu kandungnya, G.E. Anawati Budianto (GEAB) sebagai agunan kredit fiktif tersebut di Bank NTT.

Demikian informasi yang dihimpun tim investigasi media ini dari sumber yang sangat layak dipercaya dan yang tahu persis proses pengajuan dan pencairan kredit fiktif tersebut pada Kamis (02/12/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“Saya duga ISB terlibat dalam rekayasa kredit PT. Budimas. Karena sangat tidak masuk akal Indra (ISB) selaku Direktur Kredit Bank Artha Graha yang tahu persis hutang PT. Budimas belum lunas di banknya sendiri (Bank Artha Graha, red), tetapi dengan begitu berani merelakan tambahan 6 Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama ibu kandungnya, GEAB sebagai jaminan kredit bagi Budimas (PT. Budimas Pundinusa, red) di bank lain (bank NTT, red),” ungkapnya.

Padahal, lanjut sumber yang tak mau namanya disebutkan, para pimpinan PT. Budimas Pundinusa atau para debitur tidak memiliki hubungan keluarga dengan GEAB sebagai pemilik agunan. “Bahkan salah satu pimpinan PT. Budimas Pundinusa, Arudji Wahyono, juga tercatat sebagai debitur macet bank Artha Graha. Tapi mengapa ISB rela memberikan SHM ibunya sebagai jaminan? Ada apa dibalik itu?” bebernya.

  • Bagikan