AMMAN, GRAK, Formada dan KOMPAK Minta KPK Tangani Kasus Take Over Kredit PT. Budimas dari Bank Arta Graha

Reporter : Kos
Editor : Fabi
  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aliansi Masyarakat Madani (AMMAN) FLOBAMORA, GERAKAN REPUBLIK ANTI KORUPSI (GRAK), Forum Masyarakat Daerah Nusa Tenggara Timur (Formada NTT) dan Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia meminta KPK untuk menangani kasus dugaan korupsi take over kredit dari Bank Arta Graha.

Permintaan tersebut disampaikan oleh kurang lebih 100 orang perwakilan AMMAN FLOBAMORA, GRAK, FORMADA NTT, dan KOMPAK saat mendatangi gedung KPK pada Rabu (08/12/2021) bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 9 Desember.

Swipe up untuk membaca artikel

Permintaan kelima organisasi anti korupsi itu terkait adanya temuan dugaan kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa senilai Rp 130 Milyar di Bank NTT yang merupakan hasil take over credit (pengambilalihan kredit, red) dari Bank Artha Graha dan untuk membiayai usaha penggemukan ternak sapi di Oesao, serta budidaya rumput laut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Devisi Pengawasan dan SKAI Bank NTT yang ditandatangani oleh Kadiv Christofel M. Adoe Nomor: 540/PDs/XII/2019 tertanggal 2 Desember 2019 yang ditujukan kepada Kepala Devisi Pemasaran Kredit Kecil dan Menengah (Absalom Sinetron, red), perihal Pemberian Kredit atas nama PT. Budimas Pundinusa, menyampaikan tentang Hasil pemeriksaan pemberian dan pengelolaan Kredit kepada debitur a/n PT. Budimas Pundinusa/Ir.Arudji Wahyono, plafon Kredit Rp 100 Milyar merincikan 11 (sebelas) masalah sebagai berikut:

1. Pemberian kredit kepada debitur dengan skim kredit KMK RC Proyek yang tidak sesuai dengan karakteristik usaha debitur dimana saat ini (tahun 2019, red) debitur masih dalam proses perampungan sarana dan fasilitas penggemukan dan pembibitan sapi sehingga cash flow belum nampak dan berdampak pada kemampuan membayar debitur.

  • Bagikan