TPFI Tantang Kapolda NTT Gelar Ulang Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Kupang

Reporter : Kos/Tim
Editor : Fabi
  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) menantang Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latief untuk membuka gelar ulang kasus pembunuhan ibu, AM dan anaknya, L di Kupang. Pasalnya, TPFI menduga bahwa kematian AM dan L merupakan kasus pembunuhan berencana dan tuntas. Karena merupakan pembunuhan berencana dan tuntas maka tersangka RB dan oknum lain yang diduga terlibat/terkait seharusnya dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Demikian disampaikan Ketua TPFI, Dr. Samuel Haning., SH.,MH dalam acara “Ngobrol Asyik” yang diselenggarakan secara live oleh Tribun Network dan Pos Kupang pada Senin (06/12/2021), dengan tema “Menguak Fakta Kematian Ibu dan Anak di Kota Kupang NTT” bersama TPFI.

Swipe up untuk membaca artikel

“Dua jam saja (buka gelar ulang perkara, red) dan itu bisa nampak bukti-bukti, apakah ini pembunuhan berencana atau tidak. Lalu siapa-siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Saya tantang,” tegasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Sam itu, asalkan Kapolda NTT, Lotharia Latief berani dan terbuka serta profesional bersama-sama TPFI mau membuka gelar ulang kasus tersebut untuk mengungkap kasus kematian AM dan L. “Kami tawar, dua jam saja,” tegasnya lagi.

Tantangan Paman Sam itu muncul sebagai respon (autokritik, red) terhadap kesimpulan sementara penyidik Polda NTT, bahwa RB merupakan pelaku tunggal pembunuhan AM dan L, dan yang kepadanya dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Bagi Paman Sam, itu merupakan sesuatu (kesimpulan) yang imposible atau tidak mungkin dan atau tidak masuk akal.

  • Bagikan