Polda NTT Sudah Bekerja Profesional dan Transparan Tangani Kasus Kematian Ibu dan Anak di Kupang

  • Bagikan

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) sudah bekerja profesional, prosedural dan transparan dalam mengungkap kasus kematian ibu (AM) dan anak (L) di lokasi penggalian pipa Spam di Kelurahan Penkase, Kecamatan Alak Kota Kupang.

Demikian disampaikan Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latief melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna B, S.H., S.I.K., M.H melalui rilis tertulis yang diterima tim media ini via pesan WhatsApp/WAWA pada Sabtu (04/12), menanggapi sorotan (kritikan) Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) terkait kinerja Kapolda NTT memimpin Polda mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan AM dan L.

Swipe up untuk membaca artikel

“Ya, itu kan bahasa mereka, opini yang mereka buat. Silahkan mereka berpendapat demikian. Faktanya, justeru setelah menerima laporan adanya penemuan mayat, yaitu tgl 30 Okt (Oktober) 2021 Kapolda (NTT)sudah langsung membentuk tim terpadu dari Ditreskrimum Polda NTT, Polres Kupang Kota dan Polsek Alak sebagai bentuk keseriusan dlm (dalam) menangani kasus tersebut dan memerintahkan utk (untuk) bekerja secara profesional, prosedural dan transparan,” tulisnya.

Menurut Kombes Pol Rishian Krisna, penyidik (Polsek Alak maupun Polda NTT, red) melakukan setiap tahapan penyidikan secara cermat dan teliti serta hati-hati guna membangun konstruksi kasus yang kuat dengan menggunakan kaidah-kaidah scientific crime investigation.

“Sejak diterimanya laporan, penyidik bergerak cepat dan bekerja keras mengumpulkan alat bukti, hingga hanya dalam waktu 3 minggu penyidik sdh (sudah) bisa mengungkap identitas kedua korban,” ungkapnya.

  • Bagikan