Diduga Ada Intervensi Absalom Sine Dalam Pencairan Kredit Fiktif PT. Budimas Pundinusa Rp 130 Milyar

Reporter : Tim
Editor : Fabi, Kos
  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Diduga ada intervensi mantan Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Absalom Sine terhadap para petugas analis kredit Bank NTT (TAY dan WSWH) dalam proses pencairaan kredit fiktif PT. Budimas Pundinusa senilai Rp 130 Milyar Tahun 2019. Akibatnya, kredit bernilai fantastis tersebut macet total dan menyebakan Bank NTT mengalami kerugian Milyaran Rupiah.

Demikian informasi yang dihimpun tim investigasi media ini pada Senin (29/11/2021) dari sumber yang sangat layak dipercaya dan yang tahu persis proses pencairan kredit tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

“Beliau (Absalom Sine, red) kan saat itu (April 2019, red) posisi Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT. Nah, di laporan SKAI Bank NTT terkait hasil pemeriksaan dan pengelolaan kredit PT. Budimas, bahwa salah satu sebab kredit itu cair saja ke Budimas (PT. Budimas Pundinusa, red), karena adanya tekanan/intervensi/presure atasan kepada petugas analis kredit. Atasan lansung dari petugas analis kredit ya tentu Absalom kan? Diduga dia yang atur atau intervensi,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejati NTT Diduga 'Masuk Angin' Gegara Lelet Selesaikan Kasus Kerugian Bank NTT

Menurut sumber yang menolak disebutkan namanya itu, adanya intervensi Direktur Pemasaran Kredit, menyebabkan hasil analisa kredit tidak mempertimbangkan prinsip prudential banking atau prinsip kehati-hatian. Akibantya, adalah kerugian Bank NTT karena kredit tersebut akhirnya bermasalah (macet, red).

“Maka dalam kondisi ketidakjelasan hingga kapan kerugian Bank NTT Rp 130 Milyar itu dikembalikan, ya langkah paling tepat saat ini, Bank NTT baik Direksi atau RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) memanggil pak Absalom Sine dan yang lain yang terlibat pencairan kredit tersebut, untuk dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya.

  • Bagikan