Selain Terlibat Kasus Pidana, Langgar Disiplin dan Kode Etik Anggota Polri Dapat Dipecat

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dapat dipecat karena terlibat kasus tindak pidana. Tidak hanya itu, terlibat anggota Polri melanggar kode etik dan disiplin yang berat dan dinilai tidak layak lagi dipertahankan sebagai anggota Polri, maka anggota POLRI bisa dikenakan Pemberentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau dipecat. Keputusan tersebut bertujuan untuk menjaga pemuliaan profesi Polri.

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol. Lotharia Latif melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol, Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H.,S.I.K.,M.H dalam bentuk rilis tertulis yang diterima tim media via pesa WhatsApp/WA pada Selasa (23/11/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“Kalau tidak bisa ikuti aturan tersebut ya ngak (tidak) usah jadi Polisi,” tegasnya.

Menurutnya, setiap orang dengan sadar memilih untuk berbakti kepada bangsa dan negara dengan memilih profesi sebagai Polisi. Pilihan profesi tersebut tidak dipaksakan, apalagi paksaan itu datang dari Polri.

“Polri tidak pernah memaksa masyarakat untuk menjadi anggota Polri. Kita semua secara sadar ingin berbakti dan memilih profesi sebagai Polisi dalam hidup kita untuk sepenuhnya melayani dan melindungi masyarakat. Apalagi saat ini masyarakat semakin kritis dan selalu mengikuti perkembangan Polri serta ingin Polri jadi lembaga yang semakin baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Tender Ulang Proyek Jalan Nangaroro-Maunori-Raja, Indikasi Awal Adanya Dugaan Rekayasa Tender

Orang nomor satu di instansi Polda NTT itu mengungkapkan, bahwa Polri tidak akan melindungi setiap anggotanya yang telah bertindak merugikan dan mencoreng nama baik institusi, bahkan melukai hati masyarakat. “Jangan karena hanya beberapa perbuatan anggota yang merugikan dan melukai hati masyarakat, dibiarkan bahkan dilindungi sehingga mencemarkan dan merusak citra Polri di masyarakat,”tandasnya.

  • Bagikan