Gubernur NTT Dorong Civitas Akademika UPG 1945 berpikir Out of the Box

  • Bagikan
Koran Timor
Berdiri Jas Putih: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberi kuliah umum bagi mahasiswa dan dosen Kampus UPGRADE 45 pada Senin (22/11)

KORANTIMOR.COM – KOTA KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendorong segenap Civitas Akademika Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT untuk berpikir out of the box (berpikir melampaui batasan diri, red), agar dapat membangun lembaga UPG 45 menjadi lebih baik dan membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di NTT.

Hal tersebut disampaikan VBL saat memberikan kuliah umum terbatas di aula lantai III Kampus UPG 1945, pada Senin (22/11/21).

Swipe up untuk membaca artikel
Berdiri Jas Putih: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberi kuliah umum bagi mahasiswa dan dosen Kampus UPGRADE 45 pada Senin (22/11)

“Mahasiswa dan civitas akademika UPG 1945 harus berpikir out of the box. Artinya menggunakan cara pikir dan cara kerja yang baru, karena cara berpikir lama sudah tidak muat lagi. Jadi, harus pake (pakai) box yang baru, agar dapat membangun kampus UPG 1945 ini dan NTT menjadi lebih baik,” tegas VBL.

Menurutnya, bila bicara tentang sustainability, maka rantai nilai menjadi penting. Ia menjelaskan bahwa agar suatu pemerintahan atau kampus atau lembaga bisa bertahan, maka orang-orang yang ada di dalam lembaga itu dan yang menjalankan lembaga itu (UPG 45, red) harus bisa menganalisis rantai nilai.

Baca Juga :  Gubernur VBL Didesak Copot Dirut Bank NTT Karena Tak Capai Target Laba Bersih Rp 500 Milyar

Ia mencontohkan rantai nilai pada komoditi jagung. Menurutnya banyak rantai nilai jagung yang putus; mulai dari pengolahan lahan sampai panen. Hal ini disebabkan karena manusia atau SDM manusia yang mengelolanya kurang kompeten sehinga untuk tanam jagung saja, banyak rantai nilai yang harus disuplai dari luar (luar NTT, red) yakni bibit jagung, pupuk, dan sebagainya.

  • Bagikan