Diduga Agunan Kredit Rp 130 Milyar PT. Budimas Pundinusa di Bank NTT Bodong

  • Bagikan
Koran Timor

 

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Diduga 6 (enam) Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah dan lokasi usaha sapi yang dijadikan agunan/jaminan kredit Rp 130 Milyar oleh PT. Budimas Pundinusa di Bank NTT merupakan milik pihak ketiga yang tidak ada hubungan keluarga dengan para debitur. Agunan milik pihak ketiga (bukan milik PT. Budimas Pundinusa, red) tersebut sengaja digunakan sebagai jaminan untuk memperlancar proses pencairan kredit tersebut dari bank NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

Demikian informasi yang dihimpun tim investigasi media ini melalui sumber yang sangat layak dipercaya dan yang tahu persis proses pencairan kredit fiktif tersebut pada Kamis (18/11/2021).

“Ada enam sertifikat (SHM, red) yang dipakai sebagai agunan kredit oleh PT. Budimas Rp 130 M di Bank NTT. Semua sertifikat itu atas nama GE. Anawati Budianto. Tapi hasil penelusuran tim SKAI atas barang jaminan itu (6 SHM, red), tidak ditemukan hubungan keluarga antara GE. Anawati Budianto dengan Dirut PT.Budimas (a.n. Ir. Arudji Wahyono, red) selaku debitur. Itu artinya SHM itu tidak bisa dijadikan jaminan. Tapi kalau pinjamannya sampai cair, pasti ada ‘main mata’ karena Itu agunan bodong,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Kredit Take Over PT. Budimas Pundinusa Rp 130 M Hasil Rekayasa

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya itu, agunan berupa 6 buah SHM tersebut direkayasa oknum tertentu (baik eksternal maupun internal bank NTT, red) untuk sekedar memenuhi persyaratan administrasi persetujuan dan pencairan kredit Rp 130 Milyar tersebut.

  • Bagikan