Polda NTT Siap Hadapi Gugatan Anggotanya Yang Tidak Terima Dipecat Gegara Kasus Asusila

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) siap menghadapi gugatan anggotanya (Anggota POLRI, red), Bripda Johanes Imanuel Nenosono yang telah menggugat Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif, SH.,M.Hum ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, gegara tidak menerima dirinya dipecat sang Kapolda NTT terkait perbuatan kasus asusila.

Demikian disampaikan Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, S.H., S.I.K., M.H pada hari Sabtu (20/11/2021) di Mapolda NTT, terkait gugatan tersebut sebagaimana Surat dari Pengadilan Tata Usaha Negara Kupang nomor : 33/G/2021/PTUN-KPG tanggal 10 November 2021.

Swipe up untuk membaca artikel

“Silakan mengajukan gugatan ke PTUN, itu hak yang bersangkutan dengan melalui mekanisme yang berlaku. Polda NTT siap dan akan menyiapkan tim untuk menghadapi gugatan tersebut,” tegasnya.

Menurut Kapolda NTT sebagaimana disampaikan Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, setiap warga Negara mempunyai hak untuk mengajukan gugatan sesuai undang-undang. Namun, dalam institusi Kepolisian telah mengatur secara jelas bagaimana proses penegakan disiplin dan kode etik profesi bagi setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran. Keputusan pemberhentian dengan tidak hormat (pemecatan, red) dari anggota Polri, merupakan keputusan yang telah dilakukan secara cermat melalui beberapa proses persidangan sesuai prosedur yang diatur dalam peraturan yang berlaku di dalam lingkungan Polri.

Baca Juga :  Pertikaian Berdarah di Kantor Desa Nanin Malaka Berakhir Damai
  • Bagikan