Mobile Crane di Proyek Wae Mese II Tertanam di Lumpur, Diduga Gegara PT. AMKA Bangun IPA di Atas Tanah Timbunan

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – LABUAN BAJO – Crane Truck (mobil dengan teknologi pengangkut beban berat) yang digunakan untuk mengangkut beban pada pengerjaan Instalasi Pengolahan Air (IPA)/Water Treatment Plant proyek Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II, di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat tertanam di lumpur tanah timbunan untuk dasar fondasi IPA. Tertanamnya mobile crane tersebut, diduga gegara PT. Amartha Karya (AMKA) membangun IPA di atas timbunan tanah dan tanpa pemadatan.

Demikian informasi yang diperoleh tim media ini via pesan WhatsApp/WA dari sumber yang sangat layak dipercaya di dekat lokasi proyek, pada Rabu (10/11/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“2 hari lalu (08/11, red) hujan durasi lumayan lama di Wae Mese.. Di dlm (dalam) mreka (mereka, PT. AMKA, red) punya IPA, cren (mobile crane) punya brantas tertanam sebelah pengaruh spek material tidak sesuai dan pemadatan tidak ada,” tulisnya.

Menurutnya, jenis material dasar yang mana di atasnya dibangun IPA tersebut, tidak memenuhi syarat spek (karena hanya timbunan tanah dan tanpa pemadatan, red). Padahal, di atas timbunan tanah tersebut, ada banyak beban berat sehingga tanah amblas karena tidak kuat menahan beban.

Baca Juga :  Diduga Gegara Aniaya Warga, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam Polres Mabar

Tampak sebagaimana dalam video kejadian tersebut, ban kiri depan dan belakang crane truck tertanam di lumpur setebal 50 cm hingga 100 cm akibat tanah timbunan dimana intake dibangun.

  • Bagikan