Diduga Pembangunan SPAM Wae Mese II Rp 144,5 M di Labuhan Bajo Gunakan Air Irigasi, 500 Ha Sawah Terancam Kering

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – LABUAN BAJO – Diduga pembangunan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II dan  Jaringan Perpipaan Waemese II senilai Rp 144,5 M di Kota Labuhan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT akan menggunakan air yang berasal dari saluran irigasi sawah dan kali Wae Mese (yang debit airnya sangat kecil di musim kemarau karena airnya dibendung untuk irigasi, red) sebagai sumber air baku. Akibatnya, sekitar 500 Ha sawah irigasi di Desa Handel dan Garong terancam kering di musim panas.

Bangunan Intake milik PT. AMKA di dekat kali Wae Mese yang mengancam 500 ha sawah para petani desa Garong dan Handel, Manggarai Barat (02/11)

Dugaan penggunaan air irigasi sawah tersebut, mendapat protes dari petani setempat yang cemas sawahnya bakal mengalami kekeringan, karena air irigasi untuk sawah disedot oleh pipa berukuran 16 dim dari proyek tersebut. Apalagi di saluran irigasi tersebut, telah ada pipa berukuran 8 dim milik PDAM setempat yang juga menyedot air baku dari irigasi tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

Seperti disaksikan tim media ini, pipa berukuran 8 dim milik PDAM yang juga mengambil air baku dari irigasi tersebut hanya dapat menyedot air baku setengah dari diameter pipa tersebut.  Jika air irigasi tersebut disedot lagi dengan pipa sebesar 16 dim, maka air disaluran irigasi tersebut dapat dipastikan akan mengering (karena tersedot habis, red).  Akibatnya sekitar 500 Ha sawah irigasi di 2 desa, yakni Desa Handel dan Desa Garong terancam akan mengalami kekeringan.

Baca Juga :  ASAB Kibarkan Bendera Merah Putih di Linamnutu Untuk Bangkitkan Perjuangan Warga Besipae
  • Bagikan