Peningkatan Jalan Trans Selatan Flores Rp 25 M Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Spek

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – MBAY – Proyek peningkatan jalan Nangaroro-Maunori-Raja (Trans Selatan Flores, red) senilai Rp 25.091.486.000,- yang dilaksanakan PT. Novita Karya Taga (NKT), diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek) dalam kontrak kerja.

Seperti disaksikan media ini, warna hotmix yang telah dikerjakan beberapa waktu lalu telah berwarna hitam pucat. Diduga karena kurangnya aspal saat pencampuran hotmix.

Swipe up untuk membaca artikel

Anehnya, pada sekujur permukaan badan jalan yang baru selesai dihotmix, tampak mengkilap saat terkena matahari. Kilapan tersebut seperti kilapan pasir hitam di pantai selatan Flores (Ende dan sekitarnya, red) akibat pantulan sinar matahari dari pasir besi yang terkandung dalam pasair tersebut.

Hampir setiap jarak 20 meter terdapat permukaan aspal yang kasar disertai retak rambut. Bahkan permukaan aspal tampak putih akibat pecahan halus agregat saat digilas walas.

Ketebalan lapisan hotmix di badan jalan pun tampak tidak merata alias tebal-tipis. Diduga akibat Lapisan Pondasi Atas (LPA) berupa agregat A yang tidak merata saat dihampar dan dipadatkan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Ende, Pastikan Pekerjaan Ruas Jalan Pu’ukungu- Orekose Tak Rusak

Media ini juga menyaksikan material berupa pasir kali mati (dengan kandungan lumpur tinggi, red) bercampur kerikil kali dan batu pecah dengan besaran bervariasi (hingga ukuran 2/3 cm, red). Material tersebut merupakan agregat A yang digunakan oleh PT. NKT sebagai lapisan pondasi atas (LPA).

Dari tumpukan-tumpukan material yang belum dihampar tersebut, tampak berwarna kecoklatan dan bergumpal akibat kandungan lumpur yang tinggi. Padahal berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, kandungan lumpur sesuai bestek, maksimal 5 persen. Dari pengamatan media ini, kandungan lumpur dalam material tersebut di atas 10 persen.

  • Bagikan