DPRD NTT Desak APH Segera Proses Hukum PT. Budimas Pundinusa Terkait Kredit Macet Rp 130 M di Bank NTT

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) segera memproses hukum PT. Budimas Pundinusa terkait kredit macet senilai Rp 130 Milyar di Bank NTT (Rp 100 Milyar per 31 Desember 2019 dan awal tahun 2020 ditambah Rp 30 Milyar, red).

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Provinsi NTT, Leonardus Lelo terkait kredit macet PT. Budimas Pundinusa kepada media ini, Jumat (03/24/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“Apabila ada kesalahan manejemen bank NTT dalam memberikan kredit, sehingga menyebabkan kerugian pada bank NTT, maka kita (Komisi III DPRD NTT, red) minta agar semua pihak yang terlibat (dalam proses pemberian kredit kepada PT. Budimas Pundinusa, red) untuk bertanggungjawab atau diproses hukum,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR Provinsi NTT, Leonardus Lelo

Menurutnya, proses hukum harus mencakup semua pihak yang turut serta atau punya andil dalam pemberian kredit kepada PT. Budimas Pundinusa yang berakibat pada kredit macet di Bank NTT, harus ikut bertanggung jawab.

Baca Juga :  Pemegang Saham Minta Komut Bank NTT Segera Dicopot

“Kita minta Bank NTT segera selesaikan masalah ini. Intinya, proses hukum harus dilakukan dan proses lelang aset PT. Budimas harus segera dilakukan,” pintanya.

Lelo menegaskan pula, bahwa Komisi III DPRD NTT tidak mau tahu soal apakah aset yang dijaminkan PT. Budimas untuk kredit di Bank NTT sah atau tidak. DPRD NTT percaya bahwa sebelum pemberian kredit pada PT. Budimas, Bank NTT sudah yakin bahwa aset yang dijaminkan untuk kredit tersebut sah.

  • Bagikan