Siapapun Ketua PW NU NTT ke Depan, Dia Harus Tetap Jaga 3 Warisan Ulama NU

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Siapa pun yang terpilih jadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) Nahdatul Ulama (NU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke depan, harus mampu menjaga dan mempertahankan 3 hal yang menjadi warisan utama para ulama NU, demi eksistensi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila.

Ketua PW NU NTT, Dr., KH Jamal Ahmad memberikan sambutan saat pembukaan Konferensi Wilayah X Nahdatul Ulama NTT pada Jumat (04/09/2921)

Demikian disampaikan Ketua PW NU Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Jamaludin Ahmad dalam sambutannya saat pembukaan Konferensi Wilayah Nahdatul Ulama X NTT pada Jumat (03/09/2021) di Aulah Asrama Haji, Oebufu Kupang.

Swipe up untuk membaca artikel

“Hal pertama yang harus tetap dipegang teguh siapa pun pemimpin (Ketua PW NU NTT, red) kedepan ialah mempertahankan semangat Islam yang moderat, Islam yang Al Sunnah Wal Jamaah, Islam yang rahmat lil alamin,” jelasnya.

Menurut Jamaludin Ahmad, di banyak media sosial hari ini, ditemukan adanya kaum muda yang menebarkan narasi-narasi bahwa apa yang NU jalani saat ini (NU dengan semangat Islam yang moderat, Islam yang Al Sunnah Wal Jamaah, red) adalah sesuatu yang salah dan harus dirubah.

Baca Juga :  RTO Dalam Safari Ramadhan 1443H

Ia menegaskan, narasi atau pemikiran tersebut harus dilawan, karena NU memiliki platform dimana para ulama pendahulu sudah mewariskan Islam yang rahmatin alamin atau Islam yang membawa rahmat kedamaian bagi sesama, Islam yang moderat, Islam yang santun, dalam berbagai implementasinya.

Jamaludin Ahmad pun mengingatkan, agar jangan sampai generasi bangsa, khususnya Jamaah NU yang ada di NTT terjebak dalam narasi kelompok-kelompok radikal untuk membangun negara Khilafah.

“Ini tidak bisa. Sebagai kader NU, kita pertaruhkan segala-galanya untuk menjaga NKRI,” tegasnya.

Hal kedua menurut Kepala Dinas Sosial NTT itu, siapapun yang memimpin PW NU NTT kedepan, harus mempertahankan NKRI berdasarkan Pancasila.

“Bagi NU, bentuk negara saat ini (NKRI) adalah final, karena ulama sudah memperhatikan situasi kondisi serta realitas empirik dalam muktamar 1936 di Banjarmasin. Mereka sama-sama merumuskan sebuah bentuk negara yang disebut Darusalam atau negara bagi semua orang, bukan negara Khilafah. Oleh karena itu bagi NU, NKRI, Panca Sila, dan UUD1945 adalah harga mati,” bebernya.

Baca Juga :  PMT Desa Model Dinas PMD NTT Bebas Dari Pangan Instan

Hal ketiga, lanjut Jamaludin Ahmad, pemimpin NU NTT kedepan harus ikut bertanggung jawab untuk mensejahterakan bangsa ini.

“Konferensi Wilayah X Nahdatul Ulama NTT harus bisa merumuskan sesuatu yang produktif bagi kesejahteraan kehidupan berbangsa. Jangan sampai menghasilkan program yang tinggi-tinggi tapi tidak mampu dilaksanakan,” bebernya.

Dari sebab itu, kata Jamaludin Ahmad, diharapkan Calon Ketua NU NTT kedepan menghasilkan program-program yang kongkrit dengan memperhatikan realitas dan fenomena yang ada di masyarakat.

Sekretaris Jenderal PB NU, Helmy Faishal Zaini yang mewakili Pengurus PB NU Pusat, dalam sambutannya secara virtual menegaskan, ada dua amanah yang melekat dalam diri Jamiah  Nahdatul Ulama yakni; pertama, amanah dunia atau amanah keagamaan. Peran agama dan peran menghidupkan spirit moderasi dalam beragama dan sekaligus menghidupkan akidah Al Sunah Wal Jamaah; baik melalui pondok pesantren, majelis taklim, masjid-masjid dan mushola, dan kehidupan bermasyarakat lain.

Kedua, amanah Makoniah atau amanah kebangsaan,  bahwa NU hadir ditengah masyarakat senantiasa memberikan solusi, jalan keluar sehingga kehadiran NU merupakan peran-peran penting yang ditunggu dan diharapkan warga bangsa.

  • Bagikan