Laporan Gubernur NTT Terhadap Ketua Araksi Adalah Delik Pers

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Laporan dugaan pidana pencemaran nama baik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terhadap Ketua Araksi, Alfred Baun, SH merupakan delik pers. Karena obyek yang diadukan adalah karya/produk jurnalistik atau berita yang ditayangkan media online suaraflobamora.Com berjudul: Gubernur NTT Dinilai Na’moeh, DPRD NTT Namkak Soal Investasi Abu-Abu Rp 492 M.

Demikian disampaikan Pemimpin Redaksi (Pemred) Suaraflobamora.Com Fabianus Latuan didampingi kuasa hukumnya Gabrial Suku Kotan, SH, M.Si, Yoseph Patibean, SH dan Ampera Seke Selan, SH, MH (dari LBH Bhumi Pertiwi Nusantara) dalam jumpa pers usai diperiksa sebagai saksi terkait kasus tersebut di Polda NTT Senin, (30/08/2021).

Swipe up untuk membaca artikel
Dari kiri: Tim Kuasa Hukum Pemred Suaraflobamora.Com (Yoseph Patibean, SH dan Ampera Seke Selan, SH, MH, Mikael Feka SH., MH, Fabian Latuan, Gabrial Suku Kotan SH., M.Si dan penyidik Polda NTT usai pemeriksaan di Polda NTT (29/08/2021).

“Saya sudah diperiksa dan pemeriksaan hanya sebatas identitas dan keterangan secara umum. Sementara menyangkut isi pemberitaan, kami menolak untuk memberi keterangan. Bagi kami materi atau obyek yang dilaporkan itu adalah karya jurnalistik dan Pak Alfred Baun adalah Narasumber dalam Karya jurnalistik tersebut . Dengan demikian laporan Gubernur VBL tersebut adalah delik pers,” jelasnya.

Baca Juga :  Lima Fraksi DPRD NTT Desak Audit Investigasi Terhadap PT. Flobamor

Menurutnya, karena kasus tersebut adalah delik pers, maka penyelesaiannya harus sesuai dengan UU Pers No 40 Tahun 1999 dan MOU antara Kapolri dan Dewan Pers No 2 Tahun 2017, tentang Koordinasi Dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan.

  • Bagikan