DPRD NTT Minta Pemprov Evaluasi Program Pengentasan Kemiskinan Karena Kemiskinan di NTT Meningkat

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengevaluasi program-program strategis yang berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan di NTT, karena persentase kemiskinan di NTT justru meningkat (0,45 persen, red) dalam 3 tahun masa kepemimpinan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) tahun 2018-2020.

Demikian disampaikan Patris Lali Wolo, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT( Dari Fraksi PDIP,asal Dapil NTT 5.red), Kamis (13/08/21).

Swipe up untuk membaca artikel

“Kita minta pemerintah evaluasi program-program strategis terkait upaya pegentasan Kemiskinan. Kalau masih relevan, ya dilanjutkan. Kalau tidak, kita minta pemerintah evaluasi,” ujar Patris.

Ia juga menyampaikan, dengan program- program unggulan yang sudah dicanangkan, pemerintah seharusnya bisa menurunkan angka kemiskinan. Namun, lanjut Patris, setelah diaudit oleh Inspektorat Daerah NTT, ternyata program-program tersebut tidak berhasil menurunkan angka kemiskinan malah cenderung naik di tiga tahun terakhir (tahun 2018-2020.red).

Menurut anggota DPR yang juga Bendahara DPD PDIP NTT itu, evaluasi program sangat penting untuk dilakukan agar Pemprov NTT dan publik tahu apa penyebab gagalnya program-program strategis tersebut. “Ini merupakan catatan penting yang harus dikoreksi. Apakah, ini karena anggaran kurang atau karena implementasinya yang tidak maksimal atau ada hal lain? tegasnya.

Baca Juga :  Kemiskinan di NTT Terus Meningkat Selama 3 Tahun Kepemimpinan Gubernur Laiskodat

Ia juga berharap agar dengan adanya evaluasi program oleh Pemprov NTT, kegagalan seperti ini tidak terjadi lagi mengingat program-program tersebut menelan anggaran yang tidak sedikit.”Kita harap ini tidak terjadi lagi, karena menggunakan anggaran yang besar tapi hasilnya tidak linear dengan mimpi kita menurunkan angka kemiskinan” kritiknya.

  • Bagikan