Kuasa Hukum JT dan PT. MPIP ‘Asbun’ dan Hoax Soal Raibnya Uang Nasabah Bank Bukopin Rp 3 M

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kuasa Hukum Jaquilin Tubuludji alias JT (mantan teller Bank Bukopin dan Marketing PT. MPIP) dan PT.Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) dinilai Asal Bunyi (Asbun) alias hanya asal bicara dan memberi berita bohong alias hoax bahwa Rebeka Aduk Tadak (RAT), korban pembobolan rekening nasabah bank Bukopin senilai Rp 3 Milyar telah menikmati bunga hasil investasi di PT. MPIP sebesar Rp 56 Juta (Rp 28 Juta/1 kali transfer x dua kali tranfer). Justru uang tersebut ditransfer ke rekening milik RAT karena JT dan Eliyana Wirawan (perwakilan PT. MPIP) ketakutan setelah ketahuan memindahkan uang milik RAT (membobol rekening nasabah, red) ke PT. MPIP tanpa sepengetahuan RAT.

Demikian disampaikan Trinoci Isliko Adu alias Oci, anak kandung korban pembobolan rekening nasabah Bank Bukopin senilai Rp 3 Milyar, RAT dalam Jumpa Pers pada Kamis (05/08/2021) di bilangan Fatululi, Kota Kupang.

Swipe up untuk membaca artikel

“Pengacara itu (Natalia Rusli, red) bilang kami makan bunga tiga bulan. Itu hoaks! Itu tidak benar, karena sebenarnya begitu kami tahu uang mama saya ada di PT.Mahkota, kami langsung minta balik (minta uangnya dikembalikan ke rekening Bukopin milik RAT, red). Kami tidak tunggu makan bunga dulu dan perusahaan (PT.MPIP, red) ‘oleng’ alias bangkrut, baru minta uangnya dikembalikan. Itu kan fitnah, itu kan bohong, hoax. Anda (Kuasa Hukum JT dan PT.MPIP, red) bicara asal bunyi!” kritiknya.

Baca Juga :  Buruh Proyek Pembangunan RS-UPT Kupang Mengeluh, Gaji 2 Bulan Belum Dibayar PT. PP-HK KSO
  • Bagikan