Polda NTT Periksa Dua Saksi Penggusuran Lahan Warga Manulai II

  • Bagikan
Koran Timor

 

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Penyidik Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) memeriksa dua orang saksi pembongkaran (penggusuran, red) lahan (pagar tanah, red) milik salah seorang warga Kota Kupang, HM yang terletak di lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kelurahan Manulai II, oleh Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sesuai rencana, Polda NTT akan turun ke lokasi untuk meninjau (verifikasi lapangan, red) lokasi dan obyek pembongkaran tersebut.

Swipe up untuk membaca artikel

Demikian disampaikan Kuasa Hukum korban (Hendro Misnadin), Bilda Tonak, SH saat diwawancarai tim media ini di Kupang pada Kamis (06/05/2021).

“Tadi penyidik Polda NTT memanggil/bersurat kepada kami untuk menghadirkan dua orang saksi yang melihat langsung kejadian pembokaran pagar lahan milik pak Hendro. Jadi tadi kami sudah hadirkan (kedua orang saksi, red) dan mereka sudah memberi keterangan terkait pembokaran tersebut oleh Pemprov NTT (Badan Aset Daerah Provinsi NTT, red) menggunakan ekskavator,” ungkapnya.

Baca Juga :  Berkas Permohonan Pengesahan Dan Pelantikan Wakil Bupati Ende Ditolak, Mendagri Inginkan Mekanisme Pilkada Ulang.

Menurut Bilda Tonak, besok (Jumat, 07/05/2021), pukul 10.00 Wita, penyidik Polda NTT akan turun untuk meninjau lokasi tanah untuk melihat, apakah benar telah terjadi pembongkaran secara nyata di lapangan atau tiadak. “Kemudian nanti baru memanggila BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk melakukan penetapan batas tanah SN 388 sama SHP nomor 7 milik Pemprov NTT,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (04/05/2021), Kepala Badan Aset Daerah Provinsi NTT, Dr. Sony Libing., MM melalui pesan WhatsApp/WA mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak menggusur tanah warga.

  • Bagikan