Ada BP Komite Sekolah Ilegal Hasil Intervensi Pejabat di SMAN 1 Rindi Umalulu

  • Bagikan
Koran Timor
Kepsek SMAN I Rindi Umalulu, Juniaty Simanullang

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Rindi Umalulu, Juniaty Simanullang, S.Pd diduga merekayasa pembentukan Badan Pengurus (BP) Komite Sekolah ilegal pada Kamis (26/3/21) untuk mengggusur Ketua Komite Sekolah yang memprotes mutasi 7 orang guru komite sekolah tersebut. Pembentukan Komite Sekolah ilegal itu diintervensi oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Umalulu, Kabupaten Sumba Timur.

Dugaan rekayasa pembentukan Komite Sekolah oleh Kepala Sekolah (Kepsek), Juniaty Simanullang tersebut dibeberkan Ketua Komite SMAN Rindi Umalulu (yang sah, red), Abner Doko Bunga saat dihubungi Tim Media ini (20/4/21). Menurut nya, dugaan rekayasa itu dilakukan sang Kepsek karena ingin ‘menggusur’ alias mengganti dirinya sebagai Ketua BP Komite yang memprotes mutasi 7 orang guru honor komite sekolah tersebut ke SMAN 2.

Swipe up untuk membaca artikel

“Pembentukan BP Komite Sekolah ilegal itu direkayasa oleh Kepsek yang takut kedoknya terbongkar. Rapat diintervensi oknum pejabat daerah di Kabupaten Sumba Timur. Anehkan, rapat pembentukan BP Komite dilakukan oleh Sekcam Umalulu, Benyamin Kila (sebagai Ketua Tim Formatur, red). Ini jelas-jelas bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor: 75 Tahun 2016. Kepsek bersembunyi dibalik oknum pejabat pemerintah,” ungkap Abner.

Baca Juga :  Ekonomi Kreatif Dukung Sektor Parawisata Sumba Timur

Ia menjelaskan sesuai Permendikbud tersebut, pembentukan BP Komite Sekolah tidak boleh diintervensi oleh pihak luar sekolah. “Pembentukan BP Komite hanya boleh dilakukan atas inisiatif Kepala Sekolah dan Orangtua siswa/i. Rapat pembentukan juga harus dipimpim oleh Kepsek atau orangtua. Tidak boleh ada intervensi pihak luar. Apalagi oleh oknum pejabat pemerintah daerah,” tandas Abner.

  • Bagikan