Gagal Bayar, Jiwasraya Tuai ‘Gelombang’ Gugatan Hukum

  • Bagikan
Koran Timor

Uang tabungan sebesar Rp 23 Miliar ini sebenarnya milik pribadi OC Kaligis. Tapi untuk efisiensi kantornya maka dibuat tabungan atas nama tiga orang.
OC Kaligis mengatakan bahwa semula uang tersebut ditabung di BTN. Namun dibujuk Tergugat IV yang juga sebagai marketing Tergugat II supaya ditabung pada Tergugat I dengan janji bunga sebesar 7%. Namun saat dilakukan penarik pokok tabungan dan bunganya oleh penggugat, Tergugat I dan Tergugat II tak kunjung membayar.

Sementara itu, Tomy Yoesman, SH, mengatakan, restrukturisasi polis PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) dipastikan akan terganjal oleh gelombang gugatan hukum dari para nasabah. “Karena dari sisi UU mengatakan kalau ada pengalihan portofolio itu tidak boleh merugikan nasabah. KUH Perdata menyatakan polis itu kontrak, kalau ada perubahan itu harus ada kesepakatan bersama dan tidak boleh sepihak. Belum lagi UU PT di mana harusnya likuidasi,” ujarnya.

Swipe up untuk membaca artikel

Menurutnya, isu restrukturisasi Jiwasraya masih akan memuncak lagi apabila salah satu gugatan hukum nasabah berpeluang menang. Dijelaskan, sesuai UU Asuransidalam hal gugatan PKPU, UU Asuransi tidak perlu lewat OJK karena yang diperlukan dari OJK yakni pemailitan terhadap Jiwasraya.

Baca Juga :  Pemprov NTT Dilaporkan ke Polda NTT Terkait Pembongkaran Rumah Warga Besipae

“Kami berharap masih ada keadilan di negeri ini . Kami berharap pengadilan menjadi benteng terakhir kebenaran. Bila berhasil, bisa jadi harapan baru bagi 5 juta nasabah Jiwasraya untuk memperoleh hak-haknya,” ujarnya.

  • Bagikan