Kasus Korupsi ‘Mangkrak’ di Polda, Kapolri Diminta Copot Kapolda NTT

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) didesak oleh Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi) untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT terkait ‘mangkraknya’ alias tidak diprosesnya berbagai kasus korupsi yang dilidik/disidik Polda NTT dalam 2 tahun terakhir. Kapolri diminta mencopot Kapolda NTT.

Demikian pernyataan Ketua Araksi NTT, Alfred Baun dalam Jumpa Pers di Sekretariat Araksi di bilangan Oeba, Senin (22/3/21). Menurutnya, kinerja Polda NTT dalam pengusutan kasus korupsi dalam 2 tahun terakhir sangat buruk.

Swipe up untuk membaca artikel

“Tidak ada satu pun kasus korupsi yang ditangani Polda NTT sampai dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor (P-21) untuk disidangkan sekitar dua tahun terakhir. Oleh karena itu, Araksi mendesak Bapak Kapoldri untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Polda NTT dalam penanganan kasus dugaan korupsi. Bila perlu copot Kapolda NTT dan ganti dengan Kapolda yang punya semangat yang sama dengan Bapak Presiden Jokowi untuk pemberantasan korupsi di NTT,” tandas Alfred.

Baca Juga :  KOMPAK Indonesia Desak Mendagri Beri Penjelasan Resmi Terkait SK Pengangkatan dan Pengesahan Wabub Ende

Alfred menjelaskan, Provinsi NTT menempati urutan 4 tertinggi dalam kasus korupsi di Indonesia, namun proses hukum oleh penegak hukum belum maksimal. Berdasarkan catatan Lembaga Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) ada sejumlah kasus yang masih ‘mangkrak’ di Polda NTT.

Alfred memaparkan, banyak kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Polda NTT tetapi hanya sampai pada proses penyelidikan atau penyidikan. “Ada apa ini? Kog pengusutan kasus korupsi oleh Polda NTT hanya sampai mentok pada penetapan tersangka, tetapi tidak pernah disidangkan? Apakah Polda NTT hanya jago menetapkan tersangka (dalam jumlah banyak, red) tetapi kemudian dilepas?” kritiknya.

  • Bagikan