10 Titik Longsor Memutus Jalan Provinsi Noa-Golo Welu, Manggarai Barat

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – LABUAN BAJO –

Curah hujan yang cukup tinggi yang mengguyur Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo dan sekitarnya Manggarai Barat selama sepekan terakhir mengakibatkan terjadinya sepuluh sepuluh titik longsur yang memutus Jalan Provinsi Noa-Golo Welu, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat pada Jumat (8/1/21).

Berdasarkan rekaman video yang diperoleh media ini dari masyarakat setempat, ratusan kubik material longsoran sempat memutus akses lalu lintas kendaraan dan masyarakat ke Kota Labuan Bajo pada Sabtu pekan lalu. Namun karena kesigapan pemerintah daerah setempat, bekerjasama dengan aparat TNI-Polri serta kontraktor (pemilik alat berat, red) maka jalan tersebut dapat dilintasi kendaraan saat ini.

Swipe up untuk membaca artikel

Walaupun material longsoran telah dibersihkan dan jalan tersebut dapat dilintasi kendaraan, namun badan jalan masih dipenuhi oleh sisa-sisa longsoran. Sisa-sisa longsoran tersebut menyebabkan jalan menjadi licin karena itu perlu kehati-hatian pengendara saat melintasi ruas jalan bekas longsoran.

Direktur PT. Gunung Sari Indah, Heri salah satu kontraktor pelaksana yang menangani salah satu paket pekerjaan ruas Noa-Golo Welu (APBD I) KSO dengan PT. Lestari Nauli Jaya, yang berhasil dihubungi tim media ini melalui sambungan telephon salulernya pada Sabtu (9/1/21) mengakui terjadinya longsoran di ruas jalan tersebut.

Baca Juga :  Hotel Ayana Labuan Bajo Dibangun Di Atas Tanah Negara 30 Ha

“Iya benar. Kemarin ada longsor yang sempat memutus akses masyarakat ke Kota Labuan Bajo. Longsor menutup seluruh badan jalan dengan panjang sekitar 20 meter hingga 30 meter. Ketinggian tumpukan material dua hingga tiga meter dan lebar delapan meter. Akses jalan tertutup total, sehingga terjadi kemacetan sekitar ratusan meter,” ujar Heri.

  • Bagikan