TPDI NTT Laporkan Kabalai BP2JK NTT ke KPK

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Tim Pembela Demokrasi Indonesia NTT, Merdian Dewanta Dado, SH akhirnya melaporkan Kepala Balai Pelayanan Pelelangan Jasa Konstruksi (BP2JK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Andi Simil Safril ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi dalam proses lelang paket proyek pengerjaan Jalan Nasional Trans Flores, ruas Nangaroro-Maunori-Raja senilai Rp 32,8 Milyar.

Demikian disampaikan Advokat PERADI sekaligus Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT/TPDI NTT, Meridian Dewanta Dado, SH melalui press rilis yang diterima Tim Media ini pada Senin (4/01/2021).

Swipe up untuk membaca artikel

“Sebab berdasarkan informasi yang kami terima, ada kontraktor tertentu yang berkepentingan untuk memenangkan proyek itu. Lalu mereka menggunakan berbagai daya upaya; berupa suap dan pemberian janji-janji kepada oknum pejabat penting dan penentu dalam proyek dimaksud,” ujar Meridian.

 

Oleh karena itu, lanjut Merdian, bila proyek dimaksud tetap dipaksakan tender ulang /pemasukan penawaran ulang, maka semakin kuat dugaan bahwa Kabalai BP2JK NTT terindikasi telah tersandera kepentingan kontraktor tertentu untuk memenangkan proyek dimaksud.

 

“Mengikuti perkembangan tender proyek pengerjaan Jalan Trans Flores, ruas Nangaroro -Maunori – Raja senilai Rp 32,8 Milyar yang gagal sebagai akibat adanya sanggahan para peserta, TPDI NTT patut mencurigai adanya dua perbedaan sikap yang saling bertolak belakang satu sama lain antara dua orang pejabat tinggi pada institusi Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Minta Gubernur NTT Segera PHK PT.Agogo, Tidak Boleh Diberi Toleransi Lagi
  • Bagikan