Araksi: Kinerja Polda NTT Tangani Kasus Korupsi di NTT Mengecewakan

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) kecewa dengan performa kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kurang maksimal menangani sejumlah kasus dugaan korupsi di NTT ditahun 2020. Dasar kekecewaan Araksi antara lain bahwa hingga akhir tahun 2020 ini, belum ada satu pun kasus korupsi di NTT yang dilaporkan Araksi berhasil naik status ke P21.

Demikian disampaikan Ketua ARAKSI, Alfred Baun saat mendatangi dan mengkonfirmasi Subdit III Penyidik Tipikor Polda NTT pada Senin, (28/12/2020) terkait progress penanganan kasus-kasus korupsi di NTT yang dilaporkan dan dikawal Araksi selama tahun 2020.

Swipe up untuk membaca artikel

“Polda NTT secara persentasi dalam penanganan kasus korupsi, bagi Araksi sangat minim dan tidak efektif di tahun 2020. Hal ini dikarenakan kasus korupsi yang statusnya sudah harus P21, tapi hingga akhir tahun 2020 ini P21nya tidak kunjung tiba. Oleh karena itu, terus terang saya kecewa dengan kinerja POLDA NTT dalam penanganan kasus korupsi di NTT di tahun ini, “tegas Alfred.

Baca Juga :  Soal Perambahan Hutan Golo Bangga, Kepala BBKSDA NTT Minta Waga Golo Nderu Matim Hargai Hasil Lonto Leok

Menurut Alfred Baun, tujuan kedatangannya Polda NTT dan bertemu penyidik Tipikor Polda NTT adalah untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penanganan sejumlah kasus korupsi di provinsi NTT. Diantaranya; kasus korupsi pengadaan bawang merah Kabupaten Malaka, Kasus Korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Timor Tengah Utara, Kasus Korupsi RSP. Boking Kabupaten Timor Tengah Selatan dan sejumlah kasus korupsi lainnya di NTT.

  • Bagikan