ARAKSI Menduga Bupati dan Ketua DPRD Malaka Akan Turut Dipanggil Polda NTT Minggu Depan

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (ARAKSI) menduga Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran dan Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran masuk dalam deretan saksi baru bersama 9 (sembilan) orang tersangka lama yang akan dipanggil dan diperiksa Kepolsian Daerah (Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) minggu depan, Senin (14/12/2020) terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan benih bawang merah Malaka senilai Rp. 10, 8 Milyar.

Demikian disampaikan Ketua ARAKSI, Alfred Baun dalam siaran persnya pada Jumat (11/12/2020) di Kupang menanggapi hasil gelar perkara kasus dugaan korupsi proyek pengadaan benih bawang merah Malaka senilai Rp. 10,8 Milyar.

Swipe up untuk membaca artikel

“ARAKSI menduga dari sejumlah saksi baru yang akan dipanggil dan diperiksa Senin pekan depan oleh Polda NTT, akan termasuk di dalamnya Bupati dan Ketua DPRD Malaka. Berdasarkan petunjuk lisan yang diperoleh dari penyidik POLDA NTT, kali lalu ada upaya meng-SP3 tiga orang tersangka, yaitu Kepala Dinas Pertanian, POKJA dan ULP. Oleh karena itu, ARAKSI menduga itu merupakan upaya memutus mata rantai perkara ini (korupsi bawang merah Malaka,red), sehingga ARAKSI berharap dalam pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi baru, nanti akan ada nama Bupati dan Ketua DPRD Malaka sebagai pemangku kebijakan dan pengambil keputusan di kabupaten Malaka,” tandas Alfred.

Baca Juga :  DPRD NTT Minta PT.AGG Ganti Kerikil Kali Di Jalan Bealaing-Mukun-Mbasang Dengan Agregat

Menurut Alfred Baun, pemanggilan dan pemeriksaan 9 orang tersangka lama dan saksi baru sesuai hasil ekspos perkara dugaan korupsi proyek bawang merah Malaka yang digelar oleh KPK Bersama POLDA NTT dan Kejaksaan Tinggi (KEJATI) NTT serta MABES POLRI dan BPKP NTT dan sejumlah ahli dari Politeknik Negeri Kupang pada Kamis (10/12/2020).

  • Bagikan