Penyintas Covid 19: “Saya Hadiri Pesta Sebelum Dinyatakan Positif Covid 19

  • Bagikan
Koran Timor
Imo Ataupah saat konferensi pers di Media Center Lantai I Kantor Gubernur NTT (4/12)

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Imo Ataupah, salah seorang penyintas Covid 19 mengaku sebelum dinyatakan positif Covid 19 oleh pihak medis, dirinya sempat menghadari beberapa acara pesta yang melibatkan kerumununan massa; baik itu pesta nikah maupun hajatan duka pemakaman orang meninggal.

Imo Ataupah saat konferensi pers di Media Center Lantai I Kantor Gubernur NTT (4/12)

Demikian testimoni yang disampaikan Imo Ataupah pada konferensi pers (konpres) yang diadakan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait perkembangan Covid 19 di NTT, pada Jumat (4/12/2020) di lantai I Kantor Gubernur NTT.

Swipe up untuk membaca artikel

“Sebelum saya dinyatakan positif covid, saya sebelumnya menghadiri acara yang melibatkan kerumunan masa yang besar, yaitu ada pesta pernikahan dan pemakaman orang mati, dan kemungkinan saya terpapar disana”tandasnya.

Imo Ataupah merupakan mantan pasien Covid 19 akibat transmisi lokal yang dirawat selama 17 hari di RSU SK. Lerik Kupang Kota, yang kemudian dinyatakan telah sembuh.

Dihadapan awak media, Imo membeberkan gejala- gejala yang dialami saat terinfeksi Covid 19, diantaranya; demam tinggi dan sesak nafas serta diare selama satu minggu. Menurut Imo, hal utama yang sangat membantu dirinya bisa selamat dari Covid 19 ialah kemampuan mengelolah stress ditambah dukungan orang-orang terdekat yakni keluarga dan sahabat.

Baca Juga :  Demokrat Ngada Minta Tahapan Pilkada Bebas Hoax dan Money Politic

“Ketika tahu kondisi saya berat, saya mencoba untuk menekan rasa takut dan mengelolah stress. Saya juga membuang pikiran-pikiran negatif dan meyakinkan diri bahwa saya akan tetap hidup. Ditambah dengan energi positif berupa dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabat yang terus-menerus yang membuat saya bisa berjuang melawan covid,” jelasnya.

  • Bagikan