Ditreskrimsus Polda NTT Lidik Proyek 1 Juta Ekor Benih Kerapu Rp 6,4 M di Waekulambu

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) NTT telah melakukan penyelidikan (lidik) terhadap dugaan korupsi dalam Proyek Pengadaan 1 juta ekor benih kerapu senilai Rp 6,4 Milyar Tahun Anggaran (TA) 2019 yang ditebar di teluk Waekulambu (perbatasan Manggarai Timur dan Ngada, red).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda NTT, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yudi Sinlaloe yang dikonfirmasi tim media ini via pesan WhatApp/WA kemarin malam tidak memberikan respon atas pertanyaan wartawan. Walaupun pesan WA tersebut telah dibaca, namun hingga berita ini ditayangkan, Yudi tidak memberikan tanggapan.

Swipe up untuk membaca artikel

Informasi yang dihimpun dari sumber yang sangat layak dipercaya, mengungkapkan, Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan penyelidikan (lidik) untuk mengumpukan bukti dan keterangan (pulbaket) dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 1 juta ekor benih ikan kerapu senilai Rp 6,4 Milyar. “Ditreskrimsus Polda NTT telah melakukan pulbaket dan telah memeriksa beberapa orang terkait sejak awal Oktober 2020 lalu. Nilai proyeknya Rp 6,4 Milyar,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Minta Pemprov Batalkan Investasi ‘Abu-Abu’ Rp 492 M

Menurutnya, Ditreskrimsus melakukan Pulbaket terhadap kasus proyek tersebut berdasarkan laporan masyarakat yang menduga jumlah benih yang ditebar di teluk Waekulambu tidak sesuai dengan jumlah benih yang seharusnya diadakan oleh kontraktor pelaksana. “Ada dugaan, benih yang ditabur baik dalam keramba dan di dalam laut Waekulambu tidak sesuai jumlah yang seharusnya,” bebernya.

  • Bagikan