Minyak Mentah Hasil Pirolisis Sampah Plastik Jenis PP Menyamai Minyak Tanah

  • Bagikan
Koran Timor

Oleh: Gusnawati, S.T., M.Eng
(Staf Dosen Fakultas Sains dan Teknik Undana)

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Plastik merupakan salah satu barang yang pemanfaatannya meningkat setiap tahun; baik di berbagai bidang industri maupun rumah tangga. Sekalipun diminati karena harga produksi yang murah, ringan dan bersifat isolator, namun plastik menimbulkan dampak yang dapat merusak lingkungan.

Swipe up untuk membaca artikel

Jika di atas permukaan tanah, plastik menyebabkan banjir. Sebaliknya di dalam tanah, plastik sulit terurai, butuh waktu yang lama untuk terurai, sehingga sangat berpotensi mencemari lingkungan.

Salah satu plastik yang sering ditemui adalah jenis Polypropylene (PP) seperti kemasan produk (plastik shrink wrap), kemasan makanan sekali pakai, kemasan penyimpanan dan pengangkutan produk makanan seperti sayuran dan buah-buahan, dan plastik yang sering digunakan oleh industri kesehatan seperti pembuatan jarum suntik, alat intravena, dan botol specimen, dan sebagainya.

Plastik jenis ini dapat dipintal menjadi serat yang kemudian digunakan kembali untuk membuat benang yang sangat kuat dan murah. Kelebihannya yaitu plastik PP memiliki kombinasi yang baik, seperti fleksibilitas, kekuatan dan ketahanan akan benturan.

Baca Juga :  Yulia Laiskodat: "Literasi Itu Fondasi Pembangunan di Daerah"

Akan tetapi meskipun memiliki ketahanan terhadap senyawa asam dan basa, plastik PP juga merupakan bahan yang mudah terbakar, menjadi rapuh saat suhu di bawah -20 derajat celsius dan mulai kehilangan kekuatan strukturnya pada suhu 120 derajat celsius. Paparan sinar UV juga membuat plastik PP menjadi mudah rapuh.

Saat ini sampah plastik, termasuk jenis PP dipandang memiliki potensi yang dapat diberdayagunakan. Salah satunya melalui proses daur ulang dimana sampah diolah kembali menjadi produk yang memiliki kualitasvbahkan hampir sama dengan produk aslinya. Cara daur ulang yang dapat dilakukan dengan mengkorversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair (minyak) melalui pirolisis.

Pirolisis adalah dekomposisi termokimia bahan organik melalui proses pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau pereaksi kimia lainnya, dimana material mentah akan mengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas.

  • Bagikan