DPRD Minta Polda NTT Usut Tuntas Proyek Benih Ikan Kerapu Senilai Rp 7,5 M

  • Bagikan
Koran Timor
Anggota DPRD NTT Partai PKB, Yohanes Rumat

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) NTT untuk mengusut tuntas Proyek Pengadaan 1 juta ekor benih kerapu senilai Rp 7,5 Milyar yang ditebar di Wae Kelambu/Labuan Kelambu (perbatasan Kabupten Manggarai Timur dan Ngada, red) karena tidak memberikan hasil atau dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Demikian dikatakan Anggota DPRD NTT, Johannes Rumat yang dimintai komentarnya melalui telepon selularnya, Minggu (25/10/20). Politisi Partai Kebangkitan Bangs (PKB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Manggarai Raya ini meminta penyidik Polda NTT untuk segera mengusut dan mengungkap tuntas kasus tersebut karena tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Swipe up untuk membaca artikel

“Dana begitu besar (sekitar Rp 7,5 M, red) untuk pengadaan 1 juta benih ikan kerapu tapi ditebar di laut. Kapan panennya? Berapa banyak hasil penennya? Lalu manfaatnya untuk masyarakat apa? Saya minta Kepolisian untuk segera usut tuntas proyek tersebut karena hanya membuang-membuang uang rakyat. Bapak Kapolda tolong perhatikan masalah proyek ini supaya bisa diusut tuntas,” tandas Rumat.

Menurut Rumat, sangat sulit untuk mengukur keberhasilan proyek tersebut karena benih ikan Kerapu tersebut ditebar ke laut (teluk Wae Kelambu, red). “Proyek ini ibarat ‘Membuang Garam ke Laut’. Jadi sama dengan kita tebar uang Rp 7,5 Milyar ke laut. Tidak ada hasil yang bisa diperoleh masyarakat setempat,” kritiknya.

Rumat mempertanyakan perencanaan proyek yang menebar 1 juta ekor benih Ikan Kerapu ke laut tersebut. “Saya tidak mengerti, perencanaannya seperti apa? Kan harus ada input dan output yang dihasilkan. Mestinya ada manfaat yang diperoleh masyarakat setempat,” tandasnya.

Baca Juga :  Diduga Pemkab Sarai Memiliki 129 ‘Rekening Siluman’ Senilai Rp 12,5 M 
  • Bagikan