Pertimbangan Hukum Putusan Terhadap Didakus Leba Harus Picu Kejati NTT Segera Tersangkakan Absalom Sine Cs

  • Bagikan
Koran Timor

Oleh: Meridian Dewanta Dado, SH – Advokat PERADI / Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia Wilayah NTT / TPDI-NTT)

KORANTIMOR.COM – KUPANG

Swipe up untuk membaca artikel

Sidang Pengadilan Negeri Tipikor Kupang dengan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Dju Jhonson Mira Mangngi, SH, MH didampingi Hakim Anggota; Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq pada tanggal 20 November 2020 menjatuhkan putusan hukum Kasus Korupsi Pemberian Fasilitas Kredit Modal Kerja Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 atas nama terdakwa Didakus Leba (mantan Kapala Cabang Bank NTT Surabaya).

Amar putusan majelis hakim: (1)menyatakan terdakwa Didakus Leba terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair; (2) Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp.500 juta subsidair 6 bulan kurungan; (3) Menyatakan barang bukti uang sejumlah Rp 285 juta dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti; (4) Masa penahanan dari terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana sementara; (5) Barang bukti 1 s.d. 573 dikembalikan ke Penuntut Umum.

Baca Juga :  Soal Perambahan Hutan Golo Bangga, Kepala BBKSDA NTT Minta Waga Golo Nderu Matim Hargai Hasil Lonto Leok

Subtansi paling penting dan krusial serta patut diapresiasi oleh publik dari putusan hakim ialah pertimbangan hukum yang menegaskan bahwa Absalom Sine (selaku Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT Kantor Pusat) dan Benny R. Pellu (selaku Kepala Divisi Pemasaran Kredit Bank NTT Kantor Pusat) yang pada saat itu merupakan para pejabat pemutus kredit tertinggi dalam proses pemberian fasilitas kredit modal kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya, haruslah ikut bertanggung jawab atau patut dimintai pertanggungjawaban hukumnya.

  • Bagikan