Keluarga Korban Nikson Lende Minta Hakim Jatuhkan Vonis Seadil-Adilnya Terhadap Pelaku

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – TAMBOLAKA–

Keluarga korban kasus pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim Persidangan menuntut dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya terhadap para terdakwa.

Demikian disampaikan NN, mewakili keluarga korban Nikson Lende dan Umbu Pati kepada media ini di Kupang pada Minggu (07/11/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Mengamati dan mencermati persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende (korban), keluarga besar korban menduga bahwa penyangkalan-penyangkalan yang dilakukan oleh para terdakwa adalah cara untuk melindungi pelaku utama pembunuhan. Oleh karena itu keluarga meminta agar Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim Pengadilan, membuktikan perbuatan-perbuatan mereka dan menjatuhkan hukuman seasil-adilnya terhadap para pelaku,” tandas NN.

Menurut NN (red), penyangkalan isi BAP oleh para terdakwa dan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Sumba Barat merupakan indikasi adanya kesengajaan yang dilakukan para terdakwa untuk menyelamatkan Aktor Utama dari Jeratan Hukum .

“Keluarga menduga kuat bahwa keterangan para terdakwa yang menyangkal peran Anis Leti dalam peristiwa tersebut, adalah upaya membelokan fakta-fakta kronologis pembunuhan berencana terhadap Nikson Lende dengan tujuan meloloskan AT dari tuntutan pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP,” ujarnya.

NN menjelaskan bahwa fakta kejadian sesuai BAP Saksi Tomi, terungkap Tomi melihat AT sudah berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras (miras) di rumah bapa Anno/Tkp, dari Jam 19.00 Wita. Namun dalam BAP AT, AT mengatakan bahwa saat dirinya datang, korban Nikson Lende dan Agus sudah tergeletak di jalan raya. Sementara korban Agus dalam keterangannya menegaskan bahwa AT yang pertama kali memukuli Nikson Lende dan dirinya. Sesudah itu terdakwa yang lain ikut memukul secara brutal terhadapnya dan Nikson Lende.

“Begitu pula keterangan dari bapa Anno (pemlik rumah), yang mengatakan bahwa saat terjadi pemukulan, ia dan AT berusaha melerai sehingga berdasarkan keterangan bapa Anno tersebut, keluarga berkesimpulan bahwa jika hanya satu atau dua orang yang memukul Agus dan Nikson Lende lalu dilerai oleh Anis Leti dan Bapa Anno, maka sudah tentu Nikson Lende dan Agus tidak akan babak belur hingga menyebabkan kematian Nikson Lende secara tragis,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Kejagung Lidik ‘Permainan’ Kartel Impor Garam di Eks Lahan HGU PT. PGGS
  • Bagikan