BPK RI: Ada 9 Proyek Mangkrak di Dinas PUPR Sabu Raijua Senilai Rp 20 M

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Ada 9 (sembilan) proyek mangkrak Tahun Anggaran (TA) 2019 yang tidak dapat diselesaikan hingga Juni 2020 dengan nilai sekitar Rp 20 Milyar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sabu Raijua.

Keberadaan 9 proyek mangkrak di Dinas PUPR Sabu Raijua tersebut terungkap dalam Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua TA 2019, Nomor: 77.c/LHP/XIX.KUP/06/2020, terganggal 22 Juni 2020.

Swipe up untuk membaca artikel

BPK RI dalam LHP-nya mengungkapkan, ada sepuluh paket pekerjaan senilai Rp 21.068.008.916 pada Dinas PUPR Sabu Raijua (9 paket) dengan nilai lebih dari Rp 20,3 Milyar dan 1 paket proyek di Dinas Pariwisata Sabu Raijua dengan nilai sekitar Rp 705 juta.

Pemeriksaan atas dokumen pelaksanaan pekerjaan pada 2 OPD yaitu Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata menunjukan terdapat 10 paket pekerjaan yang belum selesai sampai akhir pemeriksaan pada Bulan Juni 2020. Menurut BPK, PPK belum melakukan pemutusan kontrak karena mengutamakan penyelesaian pekerjaan dan hasil pekerjaan tersebut dibutuhkan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Kuasa Hukum JT dan PT. MPIP ‘Asbun’ dan Hoax Soal Raibnya Uang Nasabah Bank Bukopin Rp 3 M

Berdasarkan konfirmasi dari PPK, keterlambatan penyelesaian pekerajaan tersebut atara lain disebabkan oleh kelalaian penyedia dalam pengadaan material, pengadaan peralatan dan penyediaan tenaga kerja. PPK menyatakan bahwa denda keterlambatan akan dikenakan saat PHO serta perhitungannya akan disepakati dan dicantumkan dalam dokumen PHO (Profesional Hand Over/Serah Terima I).

  • Bagikan