Pengerjaan Penyelesaian 10 Jembatan di Jalur Sabuk Merah Sudah Mencapai 80 Persen

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Pengerjaan penyelesaian 10 unit jembatan dari total 41 unit jembatan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT di bawah Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II, di sepanjang 179,99 km jalur Sabuk Merah Sektor Timur perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan negara Republik Drmokratik Timor Leste (RDTL); mulai dari titik Motaain Kabupaten Belu hingga Motamasin Kabupaten Malaka, red) sudah mencapai 80 persen.

Sebagaimana pantauan media ini beberapa pekan lalu di jalur Sabuk Merah Sektor Timur, 10 (sepuluh) jembatan tersebut sedang dalam proses pengerjaan dan sudah masuk dalam tahap penyelesaian.

Swipe up untuk membaca artikel

Sepuluh 10 jembatan  dimaksud antara lain; (1) Jembatan Baucama, CS (tiga buah jembatan sepanjang 35 Meter, red) yang dikerjakan  PT. Asri Karya Lestari dengan nilai kontrak Rp 71.3 Milyar, (2) Jembatan Nualain, CS (empat buah jembatan sepanjang 160 Meter, red) dikerjakan PT. Tarawesi Arta Megah dengan nilai kontak Rp 56,4 Milyar dan (3) Jembatan Davala, CS (tiga buah jembatan sepanjang 55 Meter, red) dikerjakan PT. Selosari-PT. Imakarya KSO dengan nilai kontrak Rp 18,3 Milyar.

Baca Juga :  PT. SMI Setujui Pinjaman Dana Rp 1,003 Trilyun Untuk Pembangunan Infrastruktur

Kasatker PJN Wilayah 2, Himler Mnurung melalui KTU PPK 2.5, Ruslan Bata selaku PLT PPK 2.5 yang dikonfirmasi tim media ini pekan lalu (5/9/2020) di Atambua menegaskan,  pengerjaan proyek pembangunan 10 (sepuluh) unit jembatan di jalur Lintas Perbatasan NKRI-RDTL/Jalur Sabuk Merah Sektor Timur, saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Khususnya untuk pengerjaan jembatan yang masuk pada wilayah PPK 2.5 (Jembatan Nualain, CS dan Jembatan Davala, CS, red)  saat ini sudah mencapai 80-an persen.

  • Bagikan