KPK Segera Beraktifitas di Polda NTT dan KEJATI Terkait Kasus Bawang Merah Malaka dan DAK TTU

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera beraktifitas di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menuntaskan dugaan kasus korupsi Proyek Bawang Merah Malaka senilai Rp 10,8 Milyar dan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp 47,5 Milyar.

Demikian disampaikan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi), Alfred Baun kepada media ini via telepon celulernya (hand phone/HP) pada Selasa (20/10/2020), terkait surat pemberitahuan KPK kepada Araksi (surat tertanggal 13 Oktober 2020 dengan Nomor Surat R/2014/PM.00/40-43/10/2020) terkait langkah tindaklanjut KPK terhadap laporan ARAKSI tentang dugaan korupsi Proyek Bawang Merah Malaka dan Proyek Dana DAK TTU.

Swipe up untuk membaca artikel

“Surat tersebut ditandatangani oleh dan atas nama Pimpinan KPK, Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat, Tri Murianto. Inti daripada surat yang ditujukan kepada ARAKSI, memberitahukan bahwa KPK akan segera melaksanakan aktivitasnya di POLDA NTT dan Kejaksaan Tinggi NTT, dalam kaitan dengan tindaklanjut KPK atas laporan Araksi beberapa waktu lalu tentang dugaan korupsi proyek Bawang Merah Malaka dan DAK TTU,” tandasnya.

Baca Juga :  Mendagri dan Gubernur VBL Dilaporkan ke Ombudsman Terkait Pemilihan Wabub Ende

Menurut Alfred Baun, soal tanggal KPK melaksanakan aktifitasnya di Polda NTT dan Kejati NTT, masih merupakan rahasia KPK, karena di surat KPK tidak menyebutkan secara gamblang tentang tanggal atau waktu. “Tetapi disebutkan bahwa KPK akan melakukan aktivitas terkait dengan Laporan ARAKSI di POLDA NTT dan Kejaksaan Tinggi NTT.”

  • Bagikan