Pemprov NTT Targetkan Produksi Garam NTT Capai 500 Ribu Ton

  • Bagikan
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Pemerintah Provinsi NTT menargetkan produksi garam NTT hingga mencapai 500 ribu ton pada tahun 2021 mendatang untuk menyuplai kebutuhan garam nasional yang mencapai lebih dari 3 juta ton per tahun.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada wartawan usai meninjau sekitar 700 hektar (Ha) tambak garam milik PT. Timor Livestok Lestari (TLL) di Desa Nunkurus dan melakukan panen garam di tambak milik PT. Cakrawala Timor Sentosa di Desa Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang (15/10/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Kita harus kerja baik menuju target produksi 500 ribu ton garam NTT per tahun. Kita harapkan dengan kerja maksimal, produksi semua tambak garam di Pulau Timor, Sabu, di Rote, Sumba, dan di Nagekeo bisa mencapai target itu,” ujar Gubernur Laiskodat.

Menurutnya, jika semua pihak dapat bekerja secara optimal maka produksi garam NTT dapat mencapai 1 juta ton per tahun. “Kalau kita bisa bekerja dengan baik, kita harapkan ke depan kita bisa suplai 1 juta ton per tahun,” harap Laiskodat.

Dengan demikian, lanjut Laiskodat, NTT dapat menyuplai kebutuhan impor garam nasional yang mencapai lebih dari 3 ton per tahun saat ini.

“Berarti kita sudah mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional. Itu sumbangsih kita yang sangat luar biasa ke depan. Karena itu kita harus menjaga kualitas garam kita dengan NHCL 95 % ke atas. Tidak boleh di bawah. Bagi saya itu akan prestasi kita buat bangsa ini,” tandasnya.

Target produksi yang disebutkan Gubernur Laiskodat itu dikatakannya usai melakukan peninjauan terhadap sekitar 700 Ha tambak garam (sekitar 15 Ha diantaranya sudah berproduksi, red) di Desa Nunkurus dan melakukan panen pada tambak garam (sekitar 300 Ha, red) milik PT. Cakrawala Timor Sentosa di Desa Merdeka (keduanya di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang), pada Kamis (15/10/20) siang kemarin.

  • Bagikan