Terkait Pilkada Belu, Akademisi NTT Minta Stop Kampanye Hitam di Medsos

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – KUPANG –
Sejumlah akademisi di NTT meminta semua Pasangan Calon (Paslon) Bupati/Wakil Bupati Belu Tahun 2020 beserta barisan pendukungnya menghentikan kampanye hitam (black campaign) di media sosial (medsos) Facebook yang isinya menyerang Paslon lain. Permintaan Akademisi NTT itu berdasarkan munculnya black campaign di media sosial/medsos (Group FB Belu Bebas Bicara, red) yang isinya selain menghina juga mengajak masyarakat Kabupaten Belu untuk tidak memilih Paslon tertentu.

 

Swipe up untuk membaca artikel

Permintaan itu datang dari dua pengajar Ilmu Pemerintahan Unwira Kupang, Dr. Urbanus Ola Hurek dan Apolonaris Gay, S.Ip., M.Si dan pengajar Ilmu Hukum Undana Kupang, Darius Mauritsius, SH., MH melalui pesan WhatsApp/WA kepada media ini pada Sabtu (10/10/2020) di Kupang.

“Alangkah baiknya dihindari kampanye yang menyerang individu. Hendaknya berkampanye secara beradab dan santun. Sangat tidak elok kampanye menyerang pribadi. Kedepankan kesantunan dan etika. Kurang etis jika berkampanye dengan cara tidak etis seola-olah tak bercacat-celah. Padahal sebagai manusia, tidak ada sempurna. Ibaratnya menurunkan bendera orang dan mengibarkan bendera sendiri pada tiang yang sama,” tulis Dr.Urbanus Ola Hurek dalam pesan WA-nya.

Baca Juga :  Simpatisan Jeriko Ancam Lapor Balik GSK, Atribut Yang Dibakar Bukan Milik Partai

Menurutnya, Kampanye Pasangan Calon (Paslon) sebaiknya lebih menonjolkan (memperkenalkan, red) program-program unggulan Paslon kepada rakyat atau pemilih, agar dengan keunggulan program tersebut pemilih menjatuhkan pilihannya pada Paslon.

Hal senada diungkapkan Apolonaris Gay, S.IP., M.Si. Apolonaris Gay. Ia berpendapat bahwa pola kampanye Paslon Bupati/Wakil Bupati untuk Pilkada Kabupaten Belu tahun 2020 yang elegan itu ialah mengikuti aturan-aruran atau koridor hukum yang telah ditetapkan oleh Penyelenggara/Pemerintah.

“Yang paling urgen dalam kampanye Paslon Bupati/Wakil Bupati untuk Pilkada Belu saat ini adalah menyiapkan program-program pembangunan Daerah. Khususnya masalah yang tengah dihadapi masyarakat Belu ditengah situasi pandemi Covid 19, dan menyiapkan program pembangunan yang produktif untuk merespon kebutuhan riil masyarakat Belu 5 (lima) tahunan ke depan,” tulisnya.

Hal lain, lanjutnya, yang juga penting bagi Paslon Pilkada Belu adalah apakah Paslon yang ada mempunyai tanggung jawab moral yang tinggi (moral responsibility) atau tidak dalam membangun Kabupaten Belu daripada melakukan kampanye menyerang Paslon Bupati/Wakil Bupati lawan dengan isue-isue murahan (black campaign). Apalagi menyerang masalah pribadi lawan. “Kampanye Pilkada bukan tempatnya untuk mengekspose hal-hal negatif Paslon lawan,” tegasnya.

  • Bagikan