Dua ASN di Kupang Divonis 3 dan 2 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nyatakan Banding

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Dua orang terdakwa kasus pemalsuan sertifikat tanah di Kota Kupang; Iin Baria alias IB (ASN yang bertugas sebagai Pegawai Badan Pertanahan Nasional/BPN Kota Kupang) divonis 3 (tiga) tahun penjara dan temannya, Viktor Ferdinan Maubana alias VFM (ASN yang bertugas di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang) divonis 2 (dua) tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Kupang. Keduanya dinilai terbukti melanggar pasal 378 KUHP dan Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat (sertifikat tanah, red). Menanggapi putusan Hakim Pengadilan Negeri Klas IA Kupang tersebut, Kuasa Hukum IB, Samuel Haning SH., MH mengatakan banding.

Penyampaian Kuasa Hukum IB (Samuel Haning, SH., MH) itu dikirimkan kepada tim media ini melalui pesan WhatssAp/WA pada Sabtu (26/09/2020), terkait Putusan Pengadilan Klas IA Kupang terhadap kliennya, IB pada Jumat (22/09/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Alasannya, tidak semua saksi mengatakan Iin memalsukan ttd (tandatangan, red). Kesaksian Tomas Mere (Kepala Badan Pertanahan Kota Kupang, red) mengatakan ada dua surat yang ditandatangani Tom, jadi harus diuji juga itu tandatangannya,” jelasnya.

Menurut pria yang akrab disapa Paman Sam itu, barang yang disengketan (sertifikat tanah, red) tidak disita, sehingga tidak layak menjadi alat bukti. “…Waktu persidangan 11 Agustus 2020, Hakim Ketua (Sarlota M. Suek., SH, red) meminta Jaksa untuk diberikan sebagai alat pembuktian di persidangan,” tulisnya.

Lalu pada tanggal 18 Agustus 2020, lanjut Paman Sam, Hakim Anggota, Fransiska Paula Nino, SH juga menyampaikan agar pembuktian barang bukti/alat bukti berupa sertifikat diserahkan untuk menjadi pembuktian, akan tetapi jaksa tidak mau. “Ketika Jaksa tidak mau, maka barang bukti tsbt tdk menjadi alat bukti yang sempurna,” tulisnya lagi.

Baca Juga :  Diduga Pokja LPSE Alor Rekayasa Tender PLTS 3 Puskesmas Senilai Rp 10,5 M
  • Bagikan