Dept Colector Bank NTT Jadi Tersangka Kasus Penghinaan Advokat

  • Bagikan
Koran Timor
KORANTIMOR.COM – KUPANG –

Martois Tameno, dept collector Bank NTT ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Daera Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) terkait kasus dugaan penghinaan terhadap profesi advokat.

Demikian dikatakan Kuasa Hukum pelapor (kelompok advokat, red), kepada wartawan di Kupang pada Senin (21/09/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Setelah melakukan rangkaian penyelidikan, Polda NTT akhirnya menetapkan Martois Tameno, dept collector Bank NTT sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap profesi advokat,” tandasnya.

Menurut Tommy Jacob, penetapan tersangka terhadap Martois itu sesuai SP2HP yang diterima pihaknya. Dalam surat itu dijelaskan, Martois dijerat pasal tindak pidana ringan dan kasusnya dilimpahkan ke Polres Kupang Kota.

Dijelaskan lebih lanjut, aksi Martois bukan saja masuk pidana penghinaan terhadap profesi advokat, tetapi juga pengancaman. Karena itu, pihaknya akan menyurati Kapolda NTT agar menambahkan pasal 335 KUHP terhadap tersangka Martois.

Seperti diberitakan sebelumnya, Martois Tameno yang merupakan dept collector Bank NTT dilaporkan sejumlah pengacara ke Polda NTT pada Selasa (16/6/2020) karena diduga telah melakukan tindakan penghinaan terhadap advokat (Laporan Nomor : STTL/B/247VIRes 1.24/2020/SPK terkait penghinaan terhadap diri dan profesi pengacara).

Baca Juga :  OJK Nilai Bank NTT Sudah Jadi Bank Yang Sehat

Pengacara pelapor (Tomy Jacob, red) mengatakan kasus itu dilaporkan karena pernyataan Martois telah menyerang profesi advokat.

Ia menuturkan, kejadian itu berawal dari, rekan pengacara, Gregorius Nara Helan tengah mendampingi kliennya, Suwito Yongnardi menyelesaikan perjanjian dengan pihak Bank NTT di salah satu kantor notaris.

  • Bagikan