Dewan Pers: Laporan Polisi Terhadap Pemred Tribuanapos.Net Merupakan Delik Pers

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – JAKARTA – Laporan Polisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Alor, Enny Anggrek terkait sidang kode etik anggota DPRD Alor dan laporan Kepala BMKG Alor, AB terkait dugaan persetubuhan 3 gadis di bawah umur terhadap Pemimpin Redaksi (Pemred) Tribuanapos.Com merupakan delik pers karena berkaitan dengan karya jurnalistik sehingga harus menempuh prosedur atau diproses sesuai UU Pers Nomor: 40 Tahun 1999.

Swipe up untuk membaca artikel

Demikian sikap Dewan Pers dalam surat Nomor: 774/DP-K/VIII/2020, tertanggal 19 Agustus 2020 yang ditujukan kepada Kapolres Alor.  Surat Dewan Pers itu merespon laporan pengaduan dari Pemimpin Redaksi Tribuanapos.Net, Dematrius Mautuka ke Dewan Pers (Surat Pengaduan Nomor 002/Tribuana Pos/VIII/2020 tertanggal 12 Agustus 2020) tentang pemberitaannya (produk jurnalistiknya, red) di media Tribuanapos.Net yang dipidana/dilaporkan ke Polres Alor oleh Ketua DPRD Alor Enny Anggrek dan Kepala BMKG Kabupaten Alor, AB, masing-masing untuk kasus yang berbeda.

 

Dewan Pers menegaskan, perkara pemberitaan Wartawan/Pemred media Tribuanapos.Net, Dematrius Mautuka yang telah dilaporkan oleh Ketua DPRD Alor, Enny Anggrek alias AE ke Polres Alor (Laporan Polisi bernomor: LP-B/105/V/2020/Polres Alor, tanggal 20 Mei 2020 terkait dua berita yang berjudul: “Sidang Kode Etik Anggota DPRD Alor Ricuh”, terbit di Tribuanapos.Net pada tanggal 4 Mei 2020 dan berita berjudul “Aksi Pukul Meja, Sidang Kode Etik 5 Anggota DPRD Alor Ricuh” yang terbit di Tribuanapos.Net tanggal 5 Mei 2020) merupakan delik pers alias sengketa karya jurnalistik.

Baca Juga :  NTT Jadi Sorotan Media Internasional Terkait Covid 19
  • Bagikan