BBKSDA NTT Kampanyekan Gerakan Sayang Pohon

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) mengkampanyekan gerakan sayang pohon untuk melindungi pohon dan atau hutan yang adalah penyangga kehidupan, pemberi oksigen, penahan air dan penarik embun yang bermanfaat untuk semua makluk hidup di bumi termasuk manusia. Karena menyayangi pohon sama dengan menyangi hutan, menyangi hutan sama dengan menyangi manusia dan makluk lain.

Demikian dikatakan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT), Timbul Batubara saat temu diskusi dengan Pemerintah Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang di sebelum kunjungan ke Kawasan Suaka Margasatwa Tuadale.

Swipe up untuk membaca artikel

“Tidak hanya itu, adat-istiadat masyarakat di sekitar kawasan hutan harus dijaga karena ada kearifan lokal bagaimana menjaga alam, khususnya hutan. Karena antara manusia (beradat/berbudaya, red) dan alam ada keterikatan relasi kosmologis. Ambil contoh seperti Bali, tidak hanya alam dan wisatanya yang dijaga tetapi budaya dan adatnya. Hutan Mangrove Tuadale di Desa Lifuleo harus juga dijaga dalam satu kesatuan yang utuh, baik alam dan manusia maupun elemen lainnya. Kita sayang orangnya, makanya kita jaga hutannya. Oleh karena itu, kawasan hutan dan atau alamnya juga harus dijaga bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  BBKSDA NTT Gelar Diskusi ‘Harmonisasi Alam dan Peradaban Suaka Margasatwa Kateri’
Dari Kanan: Kepala BBKSDA NTT, Timbul Batubara, M.Si dan 2 orang staf Kantor BBKSDA NTT saat temu diskusi di Kantor Desa Lifuleo-Kupang Barat  Jumat (21/08/2020)
  • Bagikan