Nixon Mesakh: Oknum PNS Palsukan Sertifikat Tanah, Klien Saya Rugi Ratusan Juta

  • Bagikan
Koran Timor

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Dua Oknum Pegawai Negeri Sipil di Kota Kupang, masing-masing: Iin Baria alias IB (Pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Kupang) dan Viktor Ferdinan Maubana alias VFM (Pegawai Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Kupang) diduga memalsukan sertifikat tanah alias Surat Hak Milik/SHM (SHM nomor 05828 dan SHM nomor 05829) yang mengakibatkan kerugian korban inisial AKA sebesar Rp 586.000.000 (Lima Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Atas perbuatan itu, VFM dan IB saat ini duduk di ‘Kursi Pesakitan’ sebagai terdakwa.

Kuasa Hukum AKA, Nixon Mesakh, SH

Demikian dikatakan Kuasa Hukum AKA, Nixon Mesakh, SH yang ditemui tim media ini di Kupang pada Selasa (18/08/2020).

Swipe up untuk membaca artikel

“Klien saya AKA kehilangan lima ratus juta lebih dan itu bukan duit yang kecil. VFM dan IB janji akan kembalikan uangnya tetapi tidak kembalikan sehingga AKA memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polda NTT. Dan AKA meminta bantuan saya menangani kasus tersebut,” tandasnya.

Baca Juga :  KI NTT Gelar Sidang Perdana Penyelesaian Sengketa Publik Antara DPD KNPI NTT dan BPN Kota Kupang

Nixon Mesakh menguraikan kronologi kasus kliennya tersebut, bahwa ditahun 2018 VFM menawarkan 2 (dua) bidang tanah bersertifikat hak milik kepada AKA dengan harga Rp.800.000/per meter. Namun, tawaran VFM tersebut tidak ditanggapi karena terlalu mahal.

Beberapa bulan kemudian, lanjut Nixon, terjadi negosiasi ulang antara VFM dengan AKA terkait penjualan object tanah milik VFM. Dan AKA setuju dengan harga Rp.500.000/per meter. VFM lalu mengirimkan Copyan Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui WA.

  • Bagikan